SEMARANG – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono siap menangguhkan dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah tegas ini merespons insiden dugaan keracunan massal di Semarang.
Sebelumnya, ratusan siswa dan guru mengeluhkan pusing hingga muntah. Mereka mengalami gejala tersebut setelah menyantap hidangan MBG dari sekolah.
“Kalau nanti terbukti ada kelalaian, kami akan melakukan suspend terhadap SPPG yang terkait,” kata Sudaryono, Sabtu (1/8/26).
Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat 707 orang menjadi korban dalam insiden ini. Jumlah tersebut mencakup 693 siswa dan 14 guru SMK Negeri 6.
Sudaryono langsung mendatangi RS Permata Medika hingga RS Pantiwilasa Citarum. Dia menjenguk sekaligus memantau penanganan medis bagi para korban tersebut.
BGN menegaskan tidak menoleransi kelalaian dalam pelaksanaan program makan gratis. Pemerintah akan menindak tegas pihak penyedia yang terbukti melakukan pelanggaran.
Saat ini, tim investigasi khusus terus mendalami penyebab pasti insiden. “Tim investigasi masih bekerja untuk mendalami kasus ini,” katanya.
Pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan korban. Investigasi ini bertujuan mencegah kejadian serupa terulang pada masa mendatang.
Pemerintah terus berupaya memantau penanganan para korban secara komprehensif. BGN berkomitmen menjalankan program dengan selalu mengutamakan aspek keamanan pangan.

