Menurutnya, ketahanan nasional membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, disiplin, dan kepemimpinan yang kuat. Karena itu, sinergi antara Universitas Pertahanan dan Akademi Militer menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan pertahanan Indonesia.
“Ketahanan nasional memerlukan sinergi antara kekuatan akademik, kekuatan militer, inovasi teknologi, dan karakter kepemimpinan yang tangguh. Universitas Pertahanan dan Akademi Militer memiliki peran yang saling melengkapi dalam menyiapkan pemimpin pertahanan Indonesia,” tutur Oktaheroe.
Selama berada di Akademi Militer, mahasiswa FSP Unhan tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai sistem pendidikan dan pembinaan taruna, tetapi juga berkesempatan membaur secara langsung dalam suasana kehidupan kampus. Momen makan siang bersama menjadi ruang interaksi yang cair antara mahasiswa dan taruna untuk saling bertukar pengalaman mengenai proses pendidikan, tantangan pembelajaran, hingga pandangan mengenai dinamika pertahanan di masa depan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berkeliling kawasan Akademi Militer untuk melihat berbagai fasilitas pendidikan, sarana latihan, serta lingkungan yang selama puluhan tahun menjadi tempat lahirnya para pemimpin TNI Angkatan Darat. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses pembentukan kepemimpinan yang memadukan disiplin, ketahanan mental, kemampuan akademik, dan pembinaan karakter.
Bagi mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan, pengalaman berinteraksi langsung dengan taruna Akmil menjadi pelengkap dari rangkaian study visit yang sebelumnya membawa mereka berdiskusi bersama sivitas akademika Universitas Gadjah Mada, mengenal nilai-nilai budaya di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta mempelajari sejarah perjuangan bangsa di Monumen Jogja Kembali. Seluruh rangkaian tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman bahwa pertahanan negara dibangun melalui perpaduan ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan kepemimpinan.
Menutup kunjungannya, Oktaheroe berharap hubungan baik antara Universitas Pertahanan dan Akademi Militer terus berkembang melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan doktrin, pertukaran dosen maupun taruna dan mahasiswa, serta riset bersama mengenai strategi pertahanan masa depan.

