Kisah para keluarga itu menjadi pengingat bahwa keberhasilan para pamong praja muda bukan hanya hasil kerja keras pribadi, tetapi juga lahir dari doa, pengorbanan, serta dukungan orang tua yang terus menyertai perjalanan mereka.
Pengabdian Baru Dimulai, Pesan Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelantikan bukanlah garis akhir, melainkan awal pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, seorang pamong praja harus hadir sebagai aparatur negara yang melayani, melindungi, dan mengayomi rakyat.
“Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya,” kata Presiden saat memimpin pelantikan.
Presiden juga mengapresiasi para pamong praja muda yang telah diterjunkan selama satu bulan membantu penanganan bencana di Aceh sebelum resmi dilantik. Pengalaman itu dinilai menjadi bekal penting karena aparatur negara dituntut hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Menurut Presiden, rakyat membutuhkan birokrasi yang jujur, disiplin, bersih, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir saat dibutuhkan. Kepercayaan masyarakat terhadap negara, katanya, sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan yang diberikan para aparatur.
“Kalau saudara bekerja dengan baik, rakyat akan semakin percaya dan semakin cinta kepada negaranya. Tapi, kalau saudara mengecewakan rakyat, yang rusak bukan hanya nama saudara, melainkan yang rusak adalah kepercayaan rakyat kepada negara,” ujar Presiden.

