Dalam kesempatan tersebut, Dekan FSP Unhan RI, Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, menyampaikan bahwa kunjungan ke Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat memiliki nilai historis dan strategis yang sangat fundamental bagi para calon pemikir pertahanan negara. Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat bukan sekadar benteng kebudayaan Nusantara, melainkan pusat pergerakan yang memiliki peran vital dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Dari rekam jejak perjuangan di bumi Mataram inilah lahir nilai-nilai pendorong dan konsep awal Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) yang hingga kini menjadi doktrin utama pertahanan negara Indonesia.
Napak Tilas Integrasi Perjuangan di Monumen Jogja Kembali
Usai merampungkan kunjungan kehormatan dan penelusuran sejarah di Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat, rombongan Study Visit Unhan RI melanjutkan perjalanan ke salah satu situs bersejarah penting di Kota Gudeg, yaitu Monumen Jogja Kembali (Monjali).
Kunjungan ke Monjali bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai peristiwa “Yogya Kembali” tahun 1949. Peristiwa tersebut menjadi cermin keberhasilan integrasi antara perjuangan bersenjata (gerilya) dan diplomasi politik dalam menegakkan kembali kedaulatan NKRI dari pendudukan militer asing.
Melalui pendalaman di Keraton dan Monjali ini, mahasiswa FSP Unhan RI diharapkan dapat menyerap langsung nilai-nilai kejuangan, kearifan lokal, serta soliditas strategi pertahanan bangsa sebagai bekal dalam merumuskan strategi pertahanan nasional di masa depan. Rangkaian kegiatan Study Visit FSP Unhan RI selanjutnya akan dilanjutkan dengan kunjungan ke Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Akademi Militer (Akmil) di Magelang.

