Sebagai salah satu pulau penting di Kepulauan Seribu, Pulau Harapan memiliki berbagai fungsi strategis, mulai dari pusat pemerintahan, kawasan permukiman, pusat aktivitas ekonomi masyarakat, destinasi wisata, hingga wilayah konservasi yang berperan menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan juga terus tumbuh. Warga berupaya mempertahankan budaya gotong royong, menjaga kebersihan laut, serta melestarikan mata pencaharian tradisional sebagai nelayan agar keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam tetap terjaga.
Salah seorang warga Pulau Harapan, Salim, mengatakan bahwa menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari kesadaran masyarakat, terutama generasi muda.
“Menurut saya, sebagai generasi muda, cara melestarikan Pulau Harapan tidak perlu dimulai dari hal yang besar. Kita di sini menjual keindahan alam sebagai daya tarik wisata. Karena itu, yang paling penting adalah menjaga terumbu karang dan pasir pantai,”
Ungkap Salim.
Salim mengungkapkan masih ditemukan masyarakat yang mengambil batu karang maupun pasir pantai untuk kebutuhan pembangunan rumah. Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat mengancam kelestarian lingkungan jika terus dilakukan.
“Harapan saya, persoalan ini bisa dibahas kembali bersama masyarakat dan diberikan pemahaman bahwa mengambil batu karang maupun pasir dapat merusak lingkungan. Jika terus dibiarkan, dampaknya akan terasa dalam jangka panjang,”
Kata Salim.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga ekosistem laut agar Pulau Harapan tetap menjadi destinasi wisata yang indah, nyaman, sekaligus berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Dengan perpaduan sejarah, keindahan alam, serta komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan, Pulau Harapan tidak hanya menjadi tujuan wisata favorit di Kepulauan Seribu, tetapi juga menjadi contoh bagaimana potensi pariwisata dapat berkembang berdampingan dengan upaya pelestarian budaya dan ekosistem pesisir.

