Dalam perspektif pembangunan pariwisata, perluasan akses pendidikan tersebut juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak calon tenaga profesional, pelaku usaha, pengelola desa wisata, hingga pemimpin daerah yang memahami potensi pariwisata Indonesia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi atas dukungan Kementerian Pariwisata yang menyediakan lahan bagi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Berdasarkan data, hampir empat juta anak usia sekolah tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah, maupun berpotensi putus sekolah karena berbagai persoalan, terutama faktor ekonomi. Untuk itulah Presiden memberikan atensi khusus kepada keluarga-keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Salah satu strateginya adalah menghadirkan Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Tahun ini, Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan lebih dari 100 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah, dengan harapan setiap kabupaten dan kota nantinya memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat.
Mensos juga mengungkapkan, Presiden mengarahkan agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki dua jalur pengembangan, yakni melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau menjadi tenaga kerja terampil di dalam maupun luar negeri.
Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan Kemenpar akan mengalokasikan kuota sebesar 20 persen bagi lulusan Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan di Politeknik Pariwisata melalui program beasiswa.
Selain penyediaan lahan, ruang lingkup kerja sama Kemenpar dan Kemensos juga mencakup peningkatan kapasitas SDM di bidang pariwisata dan kesejahteraan sosial, sinkronisasi program Sekolah Rakyat dengan pengembangan desa wisata dan destinasi wisata, penguatan kurikulum sadar wisata, serta pertukaran data dan informasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sinergi ini diharapkan mampu memperluas kesempatan pendidikan sekaligus melahirkan SDM yang terampil, berkarakter, dan memiliki kesadaran terhadap potensi pariwisata nasional sehingga pembangunan pariwisata dapat memberikan manfaat sosial dan ekonomi yang lebih inklusif.

