Usai mengikuti kegiatan tersebut, Zhafirah juga mengajak generasi muda agar tidak ragu menyampaikan gagasan dan inovasi demi masa depan bangsa.
“Ayo kita kuatkan lagi semangat kita bersama-sama, kita berani untuk menyuarakan ide-ide kita, inspirasi kita, inovasi kita untuk negara Indonesia ke depannya,” katanya.
Guru pendamping SMAN 55 Jakarta, Reisti Hudatul, menilai program “Istana Untuk Anak Sekolah” memberi pengalaman belajar yang sulit diperoleh di ruang kelas. Karena itu, ia berharap program tersebut terus berlanjut agar semakin banyak pelajar dapat mengenal Istana secara langsung.
“Harapan kami program ini terus berlanjut, sehingga banyak murid dapat mengambil pelajaran, dan juga dapat bersama-sama untuk saling memahami bahwa Istana juga memberikan banyak peluang bagi mereka di kemudian hari,” tuturnya.
Pada peringatan Hari Anak Nasional, Reisti juga berpesan kepada anak-anak Indonesia agar terus memelihara mimpi dan berjuang meraih cita-cita.
“Selamat Hari Anak Nasional, kepada anak-anak di Indonesia, jangan pernah berhenti untuk bermimpi, terus berjuang dan mencapai cita-cita,” pungkasnya.
Program “Istana Untuk Anak Sekolah” dihadirkan sebagai ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal sejarah bangsa, simbol kenegaraan, dan nilai-nilai kebangsaan melalui pengalaman langsung di lingkungan Istana Kepresidenan.

