Regenerasi dan Literasi Digital Jadi Prioritas
Selain memperkuat dampak sosial, Yayasan Tarumanagara juga menempatkan pengembangan generasi muda sebagai fokus utama. Prof Ariawan menekankan pentingnya membangun karakter generasi yang memiliki daya juang, visi masa depan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan.
“Nah, yang ketiga, legacy apa yang diinginkan untuk generasi saat ini? Tentu generasi yang tidak kenal menyerah, berusaha walaupun di tengah kondisi yang kekurangan. Dan yang ketiga, punya determinasi yang tinggi, memiliki dream, roadmap, network, passion yang hebat, sehingga mereka bisa meraih mimpinya,” tuturnya.
- Baca juga: Keterbatasan Tak Boleh Padamkan Mimpi, Yayasan Tarumanagara Dukung Anak Yatim Raih Masa Depan
Menurut dia, tantangan era digital menuntut lembaga pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan beradaptasi, serta jiwa kewirausahaan. Karena itu, Yayasan Tarumanagara terus menanamkan nilai integrity, professionalism, dan entrepreneurship sebagai fondasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berdaya saing.
“Di tengah era digital ini kita harus engage dengan digitalisasi. Mau enggak mau, setiap orang yang ada harus aware terhadap teknologi, digital. Jadi kita tidak hanya sekadar meluluskan mahasiswa tapi sarjana plus. Plusnya itu apa? Yang punya hard skill, yang punya soft skill yang baik, punya moral yang baik, dan punya profesionalisme yang baik, dan memiliki basis entrepreneurship,” tegasnya.
Prof Ariawan menegaskan keberlanjutan kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan akan terus menjadi fokus Yayasan Tarumanagara pada masa mendatang. Melalui penguatan dampak sosial, pelestarian nilai sejarah, dan pengembangan generasi muda, yayasan berharap dapat terus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat lintas generasi.

