“Aspek yang paling penting sekarang adalah kepastian jadwal operasional dari Badan Gizi Nasional,” tegas Herwil.
APGI 3T juga berharap koordinasi antarbagian di lingkungan Badan Gizi Nasional dapat semakin diperkuat agar berbagai persoalan teknis di lapangan dapat diselesaikan lebih cepat.
Menurut APGI 3T, kondisi tersebut mulai berdampak pada arus kas dan kesiapan operasional sejumlah pengelola dapur MBG di daerah terpencil.
APGI 3T Minta Audiensi dengan Presiden
APGI 3T mengingatkan persoalan tersebut bukan sekadar masalah administratif. Sebab, sekitar 19 juta siswa di wilayah terpencil dinilai menjadi pihak paling terdampak apabila operasional dapur MBG terus mengalami keterlambatan.
Karena itu, organisasi tersebut berharap pemerintah dapat memastikan jadwal operasional dan kepastian pembayaran dapur MBG di daerah terpencil.
Dalam surat kepada Presiden Prabowo, APGI 3T juga meminta waktu audiensi untuk menyampaikan berbagai kendala yang kini terjadi di lapangan.
“APGI 3T meminta kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar berkenan memberikan waktu untuk menyampaikan kendala yang terjadi di lapangan saat ini,” ujar Herwil.
Dia menegaskan APGI 3T siap mengawal program luhur Presiden agar tepat sasaran, khususnya di daerah terpencil di Indonesia.

