Merahputih.com – Riuh rendah publik Stadion Johan Cruyff Arena pada Minggu (22/2) dini hari WIB menjadi saksi bisu saat sesosok pria jangkung dengan sarung tangan neon berdiri sigap di bawah mistar gawang Ajax Amsterdam.
Bukan sekadar debut biasa, laga melawan NEC Nijmegen ini menjadi panggung perdana bagi kiper Tim Nasional Indonesia, Maarten Paes, untuk memamerkan refleks kilatnya di kasta tertinggi sepak bola Belanda.
Laga pekan lanjutan Liga Belanda 2025/2026 tersebut berakhir dengan skor sama kuat 1-1. Tuan rumah sempat memimpin lebih dulu melalui aksi Mika Godts pada menit ke-39, sebelum akhirnya Darko Nejasmic membuyarkan kemenangan Ajax di menit ke-57. Meski gagal meraih poin penuh, sorotan tajam tertuju pada performa tangguh di lini belakang.
Drama VAR dan Tembok Tebal di Bawah Mistar
Ketegangan sempat memuncak pada menit ke-24 ketika gawang yang dikawal kiper berusia 27 tahun itu terkoyak oleh sepakan Sami Ouaissa. Stadion sempat terdiam, namun kelegaan datang setelah wasit meninjau Video Assistant Referee (VAR). Gol tersebut akhirnya dianulir karena posisi lawan yang terjebak offside.
Ketangguhan di sektor pertahanan ini mendapat apresiasi khusus. Melansir data statistik dari Fotmob, tercatat ada tujuh penyelamatan krusial yang dilakukan untuk menjaga harga diri sang raksasa Amsterdam.
Dominasi Statistik dan Peta Persaingan Klasemen
Selain aspek pertahanan, distribusi bola juga menjadi catatan penting. Sebanyak 27 umpan sukses dari 51 percobaan operan (akurasi 53 persen) dilepaskan untuk memulai skema serangan dari lini paling belakang. Namun, agresivitas NEC Nijmegen di babak kedua memang sulit dibendung sepenuhnya hingga gol penyeimbang tercipta.
Hasil imbang ini memaksa kedua tim harus puas berbagi satu poin. Saat ini, NEC Nijmegen masih bertahan di peringkat tiga dengan koleksi 43 poin, sementara Ajax Amsterdam menguntit tepat di posisi keempat dengan jumlah poin yang sama, namun harus mengalah karena selisih gol yang lebih sedikit.

