JAKARTA – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia John Herdman membidik belasan pemain diaspora lintas negara guna memperkuat skuad Garuda menghadapi agenda besar FIFA Match Day, Piala ASEAN 2026, hingga Piala Asia 2027.
Juru taktik asal Inggris secara intensif terus mematangkan komposisi tim melalui program evaluasi talenta keturunan Indonesia yang merumput di kompetisi sepak bola Eropa dan dunia demi mendongkrak performa tim nasional di kancah internasional.
Herdman menyatakan proses pendekatan kepada para pemain keturunan di luar negeri berjalan lancar demi membangun skuad yang kompetitif. Kehadiran amunisi baru ini diproyeksikan mampu memberi dimensi baru dalam permainan Indonesia.
“Kami sedang melihat beberapa pemain diaspora. Sejak saya datang, kami sudah mengevaluasi lebih dari 16 pemain. Saya juga sudah berbicara dengan lebih dari 16 pemain diaspora. Itu proses berkelanjutan,” ujar Herdman, Jumat (23/5).
Arsitek taktik berusia 50 tahun tersebut memberi motivasi besar kepada para pemain keturunan agar bersedia mengenakan jersi Merah Putih daripada memilih negara mapan sepak bola. Skuad Garuda menawarkan kesempatan mengukir sejarah baru lolos ke putaran final turnamen paling bergengsi sejagat.
“Mereka mungkin bisa membela Italia, Belanda, atau negara lain ke Piala Dunia. Namun di Indonesia, mereka bisa menjadi generasi pertama melakukannya. Banyak pemain mendengarkan itu. Kami akan terus memperkuat tim,” tutur Herdman.
Komitmen Pemberdayaan Talenta Lokal
Kendati gencar memburu talenta luar negeri, mantan pelatih Timnas Kanada tersebut menegaskan komitmen penuh mempertahankan porsi pemain lokal. Herdman percaya proses pembinaan dalam negeri yang tepat mampu melahirkan pesepak bola tangguh berlevel internasional. Kolektivitas tim menjadi kunci utama alih-alih bertumpu pada ketajaman satu sosok penyerang murni di lini depan.
“Kalau pemain lokal percaya tim tidak hanya bergantung pada striker, tetapi semua pemain bisa mencetak gol, itu langkah terbesar,” kata Herdman.
Herdman menilai kemunculan striker berkelas dunia seperti Erling Haaland memerlukan waktu lama dan proses panjang. Herdman menyamakan situasi Indonesia dengan pengalamannya saat menangani tim nasional di Amerika Utara.
“Mungkin Haaland tidak akan tiba-tiba muncul dalam empat tahun. Bisa saja, seperti Kanada punya Jonathan David, Tajon Buchanan, Alphonso Davies. Namun belum tentu semua negara punya situasi serupa. Saya tidak ingin bergantung pada munculnya satu striker luar biasa. Kami akan melatih tim mencetak gol dari semua posisi,” pungkas Herdman.
Pelatih yang sejak Januari menangani Jay Idzes dan kawan-kawan mencatatkan debut kepemimpinan pada ajang FIFA Series 2026 bulan Maret lalu. Ujian sesungguhnya segera bergulir saat memimpin Indonesia bertarung pada kompetisi Piala ASEAN mulai akhir Juli mendatang, disusul kualifikasi Piala Asia di Arab Saudi.

