Dukungan terhadap pengembangan pasar tersebut juga datang dari Pemerintah Kota Surakarta. Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengatakan delapan UMKM dari Surakarta akan berpartisipasi dalam TEI 2026, dengan mayoritas produk yang dibawa berupa batik.
Menurut Astrid, perluasan pasar tidak harus menghilangkan karakter produk lokal. Pemerintah daerah ingin produk yang dipromosikan tetap mempertahankan unsur handmade dan kultur asli Surakarta.

