PLTS juga membuat kelompok tani tidak sepenuhnya bergantung pada listrik konvensional untuk mengoperasikan pompa air. Energi surya digunakan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan.
Khairul mengatakan berbagai dukungan tersebut mulai berdampak terhadap kondisi ekonomi petani.
“Manfaat yang diberikan Pertamina sangat banyak dan benar-benar kami rasakan. Dampaknya sangat besar terhadap perekonomian kami. Dulu kami sangat kesulitan sebagai petani, sekarang alhamdulillah kehidupan kami semakin sejahtera,” ujarnya.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan program DEB dirancang untuk mendorong kemandirian masyarakat dengan memanfaatkan energi baru dan terbarukan (EBT).
Menurut dia, pemanfaatan energi terbarukan dalam program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menyediakan akses energi yang lebih ramah lingkungan.
“DEB tak sekadar menghadirkan akses energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membangun kemandirian desa melalui sektor pertanian, perikanan, pariwisata, hingga pengelolaan lingkungan,” kata Baron.
Bagi petani, perubahan dari 20% menjadi 90% lahan yang dapat ditanami saat kemarau berarti semakin banyak lahan yang bisa diolah dan bermanfaat mendorong pendapatan masyarakat desa ketika musim kering berlangsung.

