Selain permintaan, aktivitas produksi juga meningkat. Variabel produksi naik dari 54,28 menjadi 54,55 pada Juli.Menurut Febri, kondisi tersebut menunjukkan rantai pasok industri mulai pulih setelah sebelumnya terganggu akibat pemadaman listrik, kenaikan harga gas industri, dan meningkatnya harga bahan baku impor.
Di sisi investasi, sektor manufaktur juga mencatat perkembangan positif. Sepanjang semester I 2026 terdapat 152 industri baru yang mulai beroperasi di Indonesia.Nilai investasi industri baru tersebut mencapai Rp157,6 triliun dengan penyerapan tenaga kerja produksi sebanyak 56.347 orang.
Meski demikian, variabel persediaan masih berada dalam fase kontraksi. Sebagian pelaku industri memilih menahan stok barang di gudang sambil menunggu perkembangan kebijakan maupun insentif pemerintah sebelum mendistribusikan produk ke pasar.
“Dengan meningkatnya permintaan, industri akan segera mendistribusikan hasil produksi ke pasar,” ujar Febri.Berdasarkan hasil pemantauan IKI, subsektor dengan kinerja terbaik berasal dari industri kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer serta industri minuman.
Sebaliknya, industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki masih mengalami kontraksi akibat melemahnya permintaan ekspor serta meningkatnya biaya logistik internasional.
Survei juga menunjukkan kondisi usaha industri terus membaik. Sebanyak 77,9 persen responden menyatakan kegiatan usahanya membaik atau stabil, lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, tingkat pesimisme pelaku usaha terhadap enam bulan mendatang turun menjadi 7 persen, meski optimisme sedikit terkoreksi menjadi 67,8 persen.
Ke depan, sektor manufaktur masih menghadapi tantangan berupa perlambatan permintaan ekspor, kenaikan biaya logistik akibat dinamika geopolitik, serta derasnya produk impor di sejumlah subsektor.
Untuk menjaga daya saing industri nasional, pemerintah terus mempercepat implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), memperkuat kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), mengendalikan impor, mempercepat industrialisasi, dan mendorong investasi manufaktur berteknologi tinggi.

