Menurut Roro, Program Sekolah Garuda merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas SDM sekaligus memastikan generasi muda memperoleh pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan masa depan.
Selain menyasar pelajar, Kemendag juga menjalankan program Campuspreneur untuk memperkuat UMKM binaan perguruan tinggi. Program tersebut dirancang agar usaha yang dikembangkan mahasiswa tidak hanya berkembang di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor.
“Memasuki era persaingan global, Indonesia membutuhkan lebih banyak generasi muda yang mampu berinovasi, menciptakan peluang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Alumni program ekspor tembus pasar internasionalUsai mengunjungi MAN 2 Kota Malang, Wamendag Roro melanjutkan kunjungan ke UMKM Ayung Sportindo, alumni Export Coaching Program (ECP) Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP) Kemendag.
Menurut Roro, perusahaan konveksi tersebut telah berhasil mengekspor produk ke Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Kolombia hingga Rusia. Selain itu, Ayung Sportindo juga memberdayakan masyarakat sekitar dengan mempekerjakan 34 karyawan tetap dan ratusan mitra lokal.
Kemendag, lanjutnya, akan terus memperkuat daya saing UMKM melalui pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi pada pameran internasional, serta pembukaan akses pasar global melalui berbagai kerja sama perdagangan.
Ayung Sportindo berdiri pada 2010 di Kota Malang dan memproduksi jaket outdoor, pakaian kerja, pakaian olahraga, serta berbagai produk konveksi lainnya. Pada 2025, perusahaan tersebut mengikuti ECP hasil kolaborasi PPEJP dengan Bank Jatim untuk memperkuat kapasitas ekspor, mulai dari pengembangan produk, strategi pemasaran internasional, hingga kesiapan memasuki pasar global.

