Hal serupa terjadi pada harga daging ayam. Pada September 2021, harga daging ayam tercatat Rp22.150 per kilogram dan meningkat menjadi Rp27.450 per kilogram pada Juni 2026 atau naik sekitar 23,93 persen.
Di sisi lain, cabai merah menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan harga paling tinggi. Harga cabai merah meningkat hingga 85,24 persen dalam lima tahun terakhir. Pada Oktober 2021, harga cabai merah berada di angka Rp15.500 per kilogram. Bahkan pada Maret 2024 sempat melonjak hingga Rp47.250 per kilogram sebelum kembali turun menjadi Rp36.400 per kilogram pada Juni 2026.
Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh mahalnya biaya produksi pertanian, termasuk pupuk, serta meningkatnya biaya distribusi akibat kenaikan BBM. Ketergantungan terhadap bahan impor untuk sektor pertanian turut menjadi faktor yang memperparah tekanan harga.
Tak hanya itu, harga minyak goreng juga mengalami peningkatan tajam. Dalam rentang 2021 hingga 2026, harga minyak goreng naik sebesar 54,37 persen. Pada Juli 2021, harga minyak goreng tercatat Rp13.150 per liter, sementara pada Juni 2026 mencapai Rp20.300 per liter.
Kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah global yang menggunakan mata uang dolar AS. Pelemahan rupiah membuat biaya impor dan harga komoditas berbasis ekspor menjadi semakin mahal di pasar domestik.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah bersama pelaku usaha dapat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan nilai tukar rupiah sekaligus memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
(Penulis: Firda dan Marsya)

