JAKARTA – Cristiano Ronaldo menyudahi perjalanan di Piala Dunia, namun peluang tampil pada Piala Eropa tetap terbuka.
Mantan bintang Manchester United ini meneteskan air mata saat Portugal tersingkir oleh Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia. Ronaldo mengoleksi hampir semua gelar bergengsi, namun trofi Piala Dunia menjadi satu-satunya kehormatan besar yang luput dari genggaman.
Piala Eropa 2028 berlangsung di Britania Raya dan Irlandia. Ronaldo akan menginjak usia 43 tahun saat turnamen tersebut bergulir. Bermain pada kompetisi akbar di usia senja bukan hal mustahil dalam sepak bola modern.
Gabor Kiraly, mantan kiper Crystal Palace, membela Hungaria pada Euro 2016 dalam usia 40 tahun. Bek tengah Portugal, Pepe, juga memecahkan rekor sebagai pemain tertua sepanjang sejarah Euro saat turun bertanding pada Euro 2024 dalam usia 41 tahun. Ronaldo menempati posisi ketiga dalam daftar tersebut setelah tampil pada Euro 2024 dalam usia 39 tahun.
Ronaldo menunjukkan sikap reflektif setelah tersingkir dari Piala Dunia. Penyerang gaek ini menyadari turnamen tersebut menjadi Piala Dunia terakhirnya, namun tetap membuka kesempatan untuk satu pembuktian terakhir.
“Bagaimana perasaan saya hari ini? Sama. Dengan hati nurani yang bersih. Saya memberikan yang terbaik. Saya memenangkan tiga gelar untuk Portugal. Sebelum Cristiano, Portugal tidak memenangkan gelar apa pun. Jadi, saya bahagia,” ujar Ronaldo.
“Kenyataannya, gelar terbesar yang saya menangkan bersama tim nasional terjadi pada 2016, memiliki nilai yang sama dengan Piala Dunia bagi saya secara jujur. Itulah mengapa, saya ulangi, saya pergi dengan hati nurani yang bersih. Saya memberikan yang terbaik dan selesai. Besok menjadi hari baru dan hidup terus berjalan,” tambah Ronaldo.
Rencana Taktis Jorge Jesus dan Dilema Regenerasi Portugal
Pelatih Portugal memiliki rencana besar terkait masa depan kapten tim nasional tersebut. Eksperimen formasi menjadi opsi demi mengakomodasi kemampuan sang penyerang. Penurunan kecepatan fisik akibat faktor usia memicu potensi perubahan taktik dari penyerang tunggal menjadi skema dua penyerang.
“Saat waktunya tiba untuk mengambil keputusan, saya akan berbicara dengan Cris dan dengan semua orang secara individual. Cris merupakan simbol Portugal. Cristiano akan masuk dalam sejarah. Menjadi kesenangan besar bekerja bersama Cristiano. Sangat mudah bekerja bersamanya,” tegas Jorge Jesus.
Ronaldo tetap menjadi mesin gol utama lewat sumbangan 11 gol dari 14 penampilan terakhir bersama Portugal. Namun, kehadiran striker veteran ini memicu perdebatan mengenai menit bermain para talenta muda seperti Gonçalo Ramos dan João Félix. Peran utama Ronaldo dinilai membatasi fleksibilitas taktik tim secara keseluruhan. Penurunan peran menjadi pemain pelapis dapat menjadi solusi terbaik untuk memaksimalkan potensi penuh skuad Portugal.

