JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, memilih fokus mendongkrak kebugaran para pemain pada awal pramusim kompetisi musim 2026/2027. Karakter permainan rancangan juru taktik asal Korea Selatan tersebut menuntut ketahanan tubuh prima sepanjang laga. Peningkatan volume stamina menjadi agenda wajib sebelum skuad memasuki menu latihan strategi.
“Fisik merupakan hal paling mendasar. Setelah menyelesaikan latihan fisik, dalam waktu tersisa barulah kami masuk ke taktik tim. Lewat pembangunan seluruh aspek secara sistematis, kami mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi musim depan,” ujar Shin Tae-yong.
Sesi latihan perdana bertempat di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, Selasa sore. Agenda awal skuad Macan Kemayoran berfokus pada adaptasi antar-pemain sekaligus mengembalikan sentuhan bola setelah libur kompetisi. Intensitas latihan masih berada pada level ringan menuju sedang.
Amunisi Baru Langsung Merapat ke Bojongsari
Sejumlah pilar utama belum menampakkan batang hidung karena agenda pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia. Kendati demikian, barisan rekrutan anyar langsung unjuk gigi pada latihan pertama. Kehadiran Victor Dethan, Aqil Savik, Pratama Arhan, Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, serta Kyohei Sano menambah kekuatan komposisi tim.
Shin Tae-yong memantau langsung pergerakan setiap individu, termasuk mempromosikan beberapa nama dari akademi junior untuk melihat potensi jangka panjang. Tim pelatih menilai kebugaran awal seluruh penggawa berada dalam kondisi memuaskan tanpa kendala cedera bawaan.
“Kami baru pertama kali bertemu dan menyapa para pemain. Sesi awal ini menjadi proses membangun stamina serta kondisi tubuh keseluruhan untuk kebutuhan ke depan. Berhubung segalanya harus terbangun selangkah demi selangkah, program ini menjadi menu penguatan sangat baik,” tutur Shin Tae-yong

