Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru
    • Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa
    • Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027
    • GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek
    • Survei Poltracking Catat Kepuasan Publik terhadap Fungsi DPR Terus Turun
    • Kemenag Buka Beasiswa Zakat 2026, Full Funded hingga 8 Semester
    • Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!
    • Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Rabu, September 2
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Harga BBM dan Bahan Pokok Ikut Melonjak
    Ekonomi

    Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Harga BBM dan Bahan Pokok Ikut Melonjak

    ADNBy ADNJuni 12, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    (Dok: Pintu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    JAKARTA – Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan hingga menyentuh angka Rp18.000 per 1 dolar Amerika Serikat (USD). Kondisi ini disebut menjadi salah satu tekanan terbesar terhadap perekonomian nasional karena berdampak pada meningkatnya inflasi, biaya distribusi, hingga lonjakan harga sejumlah bahan pokok di masyarakat.

    Melemahnya rupiah turut memengaruhi harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis non-subsidi. Berdasarkan data GoodStats harga BBM Pertamina per Juni 2025, harga Pertalite tercatat sebesar Rp10.000 per liter, Pertamax 92 Rp12.100 per liter, dan Pertamax Turbo Rp13.050 per liter.

    Sementara pada Juni 2026, harga Pertalite belum mengalami perubahan dan tetap berada di angka Rp10.000 per liter. Namun, BBM non-subsidi menunjukkan kenaikan. Harga Pertamax 92 naik sebesar 3,31 persen menjadi Rp12.500 per liter, sedangkan Pertamax Turbo meningkat 3,45 persen menjadi Rp13.500 per liter. Secara rata-rata, kenaikan BBM non-subsidi mencapai sekitar 3,38 persen.

    Kenaikan harga BBM dipicu oleh meningkatnya biaya impor minyak mentah akibat pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Kondisi ini berdampak langsung pada biaya transportasi dan distribusi barang, termasuk bahan pangan yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat.

    Sejumlah komoditas pangan strategis pun mengalami kenaikan harga dalam beberapa tahun terakhir. Mengacu pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga beras mengalami kenaikan cukup signifikan. Pada Juni 2021, harga beras tercatat sebesar Rp9.150 per kilogram, sementara pada Juni 2026 naik menjadi Rp13.600 per kilogram atau meningkat sekitar 48,6 persen.

    Komoditas telur ayam ras juga mengalami peningkatan harga sebesar 36,02 persen. Pada November 2021, harga telur berada di kisaran Rp19.850 per kilogram, sedangkan pada Juni 2026 mencapai Rp27.000 per kilogram. Kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya biaya produksi, terutama bahan baku pakan ternak seperti jagung, bungkil kedelai, vitamin, dan obat ternak yang masih bergantung pada impor.

    Hal serupa terjadi pada harga daging ayam. Pada September 2021, harga daging ayam tercatat Rp22.150 per kilogram dan meningkat menjadi Rp27.450 per kilogram pada Juni 2026 atau naik sekitar 23,93 persen.

    Di sisi lain, cabai merah menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan harga paling tinggi. Harga cabai merah meningkat hingga 85,24 persen dalam lima tahun terakhir. Pada Oktober 2021, harga cabai merah berada di angka Rp15.500 per kilogram. Bahkan pada Maret 2024 sempat melonjak hingga Rp47.250 per kilogram sebelum kembali turun menjadi Rp36.400 per kilogram pada Juni 2026.

    Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh mahalnya biaya produksi pertanian, termasuk pupuk, serta meningkatnya biaya distribusi akibat kenaikan BBM. Ketergantungan terhadap bahan impor untuk sektor pertanian turut menjadi faktor yang memperparah tekanan harga.

    Tak hanya itu, harga minyak goreng juga mengalami peningkatan tajam. Dalam rentang 2021 hingga 2026, harga minyak goreng naik sebesar 54,37 persen. Pada Juli 2021, harga minyak goreng tercatat Rp13.150 per liter, sementara pada Juni 2026 mencapai Rp20.300 per liter.

    Kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh fluktuasi harga Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah global yang menggunakan mata uang dolar AS. Pelemahan rupiah membuat biaya impor dan harga komoditas berbasis ekspor menjadi semakin mahal di pasar domestik.

    Di tengah kondisi tersebut, masyarakat berharap pemerintah bersama pelaku usaha dapat mengambil langkah strategis untuk menstabilkan nilai tukar rupiah sekaligus memastikan ketersediaan serta keterjangkauan harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

    (Penulis: Firda dan Marsya)

    Bahan Pokok BBM Dollar US Rupiah USD
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleJohn Herdman Jadi Harapan Baru Timnas Indonesia, Mampukah Ulangi Keajaiban Kanada?
    Next Article Karya Pratama Sejahtera Resmikan Kantor Baru, Bidik Dampak Ekonomi Nasional
    ADN

    Related Posts

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    September 2, 2026

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026

    Harga Patokan Ekspor Emas Naik 7,87 Persen, Ini Deretan Penyebabnya!

    September 1, 2026

    Dukung B50 & Hemat Devisa Rp7,1 Triliun, Gasifikasi Batubara Dikebut Hasilkan Metanol

    September 1, 2026

    Tak Punya Sawah, Mentan Amran Beri Buruh Tani Karawang “Combine Harvester”

    September 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Rasional.co – Pagi, sore, hingga malam, Amat Surman kini memiliki kesibukan baru di rumahnya di…

    Kecap “Made in Bekasi” Tembus Pasar Eropa

    September 2, 2026

    Lanjutkan Efisiensi, Pemerintah Ramu Strategi Ekonomi Tumbuh 6% pada 2027

    September 2, 2026
    Top Trending

    GOJO Resmi Beroperasi di Bandara Soekarno-Hatta, Siapkan 250 Armada untuk Memperkuat Layanan City Ride Jabodetabek

    By AlvaroSeptember 2, 2026

    TANGERANG, 1 September 2026 — Good Journey (GOJO) Indonesia resmi mengoperasikan layanan…

    PSG-PHA Unas Diluncurkan, Soroti Maraknya Kekerasan Berbasis Gender Online

    By ADNAgustus 31, 2026

    JAKARTA – Universitas Nasional (Unas) resmi meluncurkan Pusat Studi Gender dan Perlindungan Hak…

    Dari Kandang Ayam Samping Rumah, Amat Surman Tumbuhkan Harapan Baru

    By Bayu PratamaSeptember 2, 2026

    Rasional.co – Pagi, sore, hingga malam, Amat Surman kini memiliki kesibukan baru…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?