JAKARTA – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menghadirkan optimisme baru bagi sepak bola nasional. Di tengah ambisi Indonesia untuk bersaing lebih jauh di level Asia bahkan dunia, sosok pelatih asal Inggris itu membawa rekam jejak prestasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Keberhasilan Herdman bersama Kanada menjadi alasan utama mengapa banyak pihak menaruh harapan besar terhadap kepemimpinannya di Timnas Garuda. Namun, pertanyaan besar pun muncul, mampukah keberhasilan yang ia ukir di Kanada direplikasi bersama Indonesia.
John Herdman tercatat sebagai pelatih pertama dalam sejarah sepak bola internasional yang berhasil membawa tim nasional putra dan putri dari negara yang sama tampil di ajang Piala Dunia FIFA. Bersama Timnas Putra Kanada, Herdman sukses mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun untuk kembali tampil di Piala Dunia melalui Qatar 2022.
Tak hanya itu, Kanada juga berhasil tampil impresif dengan finis sebagai juara Kualifikasi CONCACAF, mengungguli negara kuat seperti Amerika Serikat dan Meksiko. Pencapaian tersebut menjadi tonggak penting dalam kebangkitan sepak bola Kanada di bawah arahannya.
Kesuksesan itu tidak datang secara instan. Saat pertama kali mengambil alih Kanada pada 2018, Herdman mewarisi tim yang masih berada di luar jajaran elite kawasan CONCACAF. Namun melalui pendekatan pembangunan kultur tim, penguatan mental pemain, serta pengembangan generasi muda seperti Alphonso Davies dan Jonathan David, Kanada menjelma menjadi salah satu kekuatan baru sepak bola Amerika Utara.
Dari sisi statistik, Herdman juga memiliki catatan yang cukup mengesankan. Bersama Timnas Putra Kanada, ia mencatat tingkat kemenangan sekitar 62 persen, angka tertinggi dibandingkan tim nasional lain yang pernah ditanganinya.
Namun, kekuatan terbesar Herdman dinilai bukan hanya pada statistik semata. Banyak pengamat sepak bola menilai keberhasilannya lahir dari kemampuan membangun identitas permainan serta budaya tim yang solid. FIFA bahkan pernah menyebut Herdman sebagai sosok yang melakukan “revolusi” sepak bola Kanada melalui budaya kerja kolektif dan kepercayaan diri tinggi di dalam tim.
Pendekatan seperti ini dinilai relevan dengan kondisi Timnas Indonesia saat ini. Skuad Garuda memiliki kombinasi pemain muda lokal dan diaspora yang potensial. Tantangan terbesarnya bukan hanya menemukan formasi terbaik, melainkan membangun identitas permainan yang konsisten dan mental bertanding yang kuat.
Meski demikian, publik sepak bola nasional diingatkan untuk tidak berharap hasil instan. Kanada membutuhkan waktu hampir empat tahun di bawah Herdman sebelum akhirnya mencapai puncak performa dan lolos ke Piala Dunia 2022. Oleh karena itu, kesabaran serta dukungan terhadap program jangka panjang menjadi faktor penting jika Indonesia ingin meraih hasil serupa.
Pada akhirnya, keberhasilan John Herdman di Indonesia akan ditentukan oleh satu hal utama, apakah ia mampu mengubah mentalitas sepak bola nasional sebagaimana yang pernah ia lakukan di Kanada. Jika berhasil, maka kedatangannya bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan awal dari transformasi besar bagi masa depan Timnas Garuda.
(Penulis: Raul dan Nouval)

