JAKARTA – Keterbatasan ekonomi kerap menjadi penghalang bagi sebagian anak untuk membangun cita-cita dan menatap masa depan dengan optimistis. Padahal, kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik tidak seharusnya ditentukan oleh latar belakang keluarga. Pesan tersebut menjadi fokus Yayasan Tarumanagara saat menggelar rangkaian kegiatan CSR HUT ke-67 di Panti Asuhan Yatim Pos Pengumben, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Ketua Yayasan Tarumanagara Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H., menegaskan kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sosial, tetapi juga menumbuhkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Jadi kenapa Yayasan Taruma Negara memilih panti asuhan dan nanti ada panti jompo juga. Karena memang dalam beberapa hari ini kita ingin generasi emas Indonesia, terutama kita ingin invest di anak-anak muda, memiliki mimpi yang sama dengan kita semua. Walaupun mereka mungkin kurang beruntung, tetapi mereka akan bisa menjadi seseorang nantinya,” ujar Ariawan.
- Baca juga: Rayakan HUT ke-67, Yayasan Tarumanagara Pilih Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim dan Lansia

Pendidikan Jadi Jalan Membuka Kesempatan
Harapan tersebut berangkat dari keyakinan bahwa pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam menciptakan Generasi Emas Indonesia 2045. Karena itu, dukungan kepada anak-anak panti asuhan dinilai tidak cukup hanya melalui bantuan materi, tetapi juga harus dibarengi dorongan untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
“Nah, yang kedua adalah pendidikan ini memang menjadi poin penting menuju Indonesia Emas 2045, karena kita ingin membuka mata semua orang bahwa melalui pendidikan, anak-anak muda ini bisa meraih masa depannya dan sesuai dengan cita-cita yang dia inginkan,” katanya.
Bagi Ariawan, anak-anak yang tumbuh dalam keterbatasan tidak boleh kehilangan harapan hanya karena kondisi yang mereka hadapi saat ini. Kesempatan, dukungan, dan lingkungan yang positif dinilai dapat menjadi modal penting untuk membantu mereka mengembangkan potensi dan membangun masa depan yang lebih baik.

Mendorong Anak-anak Berani Bermimpi
Semangat tersebut menjadi alasan Yayasan Tarumanagara terus memperluas kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Fokusnya bukan sekadar membantu kelompok yang membutuhkan, melainkan menanamkan optimisme agar generasi muda berani memiliki mimpi besar dan berjuang mewujudkannya.
“Nah, yang ketiga, Yayasan Taruma Negara ingin sekali lagi memperkuat legacy impact dan basisnya kepada masyarakat, mendorong untuk masyarakat memiliki mimpi. Walaupun mereka mungkin lahir dari ketidakmampuan, tetapi mereka akan selesai dan mereka hidupnya akan bisa menjadi berhasil. Artinya bukan awal, tetapi in the end mereka akan menjadi orang yang bisa dibanggakan khususnya oleh Indonesia sendiri,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Tarumanagara berharap dukungan yang diberikan dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas daripada sekadar bantuan jangka pendek. Anak-anak yang menerima perhatian dan pendampingan diharapkan memiliki keberanian untuk bermimpi, menempuh pendidikan setinggi mungkin, serta membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menjadi generasi yang membanggakan bangsa.
“Nah itu yang menjadi penting. Harapannya Yayasan Taruma Negara bisa mewujudkan mimpi ini lewat dukungan kita kepada panti asuhan dan kepada masyarakat yang memerlukan,” tutup Ariawan.

