JAKARTA – Bursa transfer Liga Premier Inggris musim 2025/2026 resmi mencetak rekor baru sebagai kompetisi sepak bola paling boros di dunia. Sejumlah klub raksasa seperti Arsenal, Liverpool, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Manchester United kembali menggelontorkan dana fantastis demi mendominasi divisi utama tanah Inggris. Pengundeksan data mesin pencari mencatat pergerakan modal masif ini mengubah peta persaingan sekaligus kekuatan finansial sepak bola modern global.
Berdasarkan data statistik resmi Transfermarkt per 27 Mei 2026, peta pengeluaran klub terbagi antara tim pemburu gelar dan kesebelasan yang fokus mengamankan neraca keuangan positif.
Strategi Cerdik Bournemouth dan Brighton Keruk Keuntungan besar
Empat klub Liga Premier berhasil mencatat pengeluaran bersih yang menguntungkan sepanjang musim 25/26. Bournemouth, di bawah asuhan manajer Andoni Iraola, mengakhiri musim dengan saldo keuangan sangat sehat.
“Kami harus mengambil keputusan realistis demi masa depan klub saat melepas pemain pilar,” ujar perwakilan manajemen Bournemouth saat melepas Dean Huijsen ke Real Madrid dan Milos Kerkez ke Liverpool.
Langkah ini berlanjut saat Antoine Semenyo hengkang ke Manchester City pada jendela transfer Januari.
Pada saat bersamaan, Brighton meraup dana segar senilai £60 juta atau setara Rp1,22 triliun dari penjualan Joao Pedro ke Chelsea. Alih-alih langsung membelanjakan modal tersebut, manajemen Brighton memilih menahan dana transfer untuk investasi jangka panjang.
Di tempat lain, Brentford dan Wolves terpaksa melepas pemain kunci. Manchester United membajak Bryan Mbeumo dan Matheus Cunha, sementara Brentford menambah pundi uang tunai lewat penjualan Yoane Wissa ke Newcastle United.
Dominasi Belanja Arsenal dan Kejutan Tim Promosi di Zona Eropa
Arsenal menempati posisi teratas sebagai klub dengan pengeluaran bersih terbesar musim ini, disusul ketat oleh Liverpool, Manchester City, Tottenham, dan Manchester United. Liverpool, selaku juara bertahan musim lalu, kini justru mencatat rekor pengeluaran terbesar di liga demi mempertahankan mahkota juara.
Chelsea memberikan kejutan besar dengan menyentuh titik impas finansial. Sementara itu, Aston Villa arahan Unai Emery kembali lolos ke Liga Champions walau hampir tidak mencetak keuntungan transfer.
Nasib buruk menimpa West Ham United. Tim London ini harus turun kasta ke divisi Championship meski mengantongi dana besar dari penjualan Mohamed Kudus ke Tottenham. Sebaliknya, Burnley ikut terdegradasi walau sudah membakar uang senilai £114 juta atau sekitar Rp2,32 triliun.
Sunderland menjadi fenomena paling menarik musim ini. Status tim promosi tidak menghalangi mereka mendatangkan gelandang veteran Granit Xhaka. Hasilnya, Sunderland sukses finis di peringkat ketujuh sekaligus mengamankan satu tiket ke kompetisi Liga Europa musim depan.

