- Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH selama dua bulan.
- Airlangga menyebut WFH menekan penggunaan Pertalite hingga 9 persen.
- Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi semester II 2026.
- Diskon transportasi disiapkan untuk libur sekolah dan akhir tahun.
- Program Magang Nasional kembali dibuka mulai Juli 2026.
JAKARTA – Pemerintah memperpanjang kebijakan WFH selama dua bulan ke depan setelah dinilai mampu menekan konsumsi bahan bakar dan mendukung efisiensi ekonomi nasional.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi terbatas terkait kebijakan work from home serta penyiapan stimulus ekonomi triwulan II 2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa(26/5/26).
“Kebijakan Work From Home terus kami evaluasi agar tata kelola pemerintahan semakin efektif sekaligus mendukung efisiensi aktivitas ekonomi nasional,” ujar Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto melalui unggahan akun Instagram resminya.
Menurut Airlangga, penerapan kebijakan WFH selama dua bulan terakhir menunjukkan hasil positif. Salah satunya terlihat dari penurunan penggunaan Pertalite hingga 9 persen pada April 2026.
“Karena itu, kebijakan WFH diputuskan untuk dilanjutkan selama dua bulan ke depan,” kata dia.
Selain melanjutkan kebijakan WFH, pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pergerakan ekonomi pada semester II tahun 2026.
Kebijakan WFH Diiringi Stimulus Ekonomi
Dalam rapat tersebut, pemerintah menyiapkan diskon transportasi untuk periode liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru 2027.
Stimulus itu mencakup potongan tarif kereta api, kapal Pelni, penyeberangan ASDP, hingga insentif PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi.
“Pemerintah menyiapkan diskon transportasi untuk periode liburan sekolah serta Natal dan Tahun Baru 2027,” jelas Airlangga.
Selain sektor transportasi, pemerintah juga menyiapkan insentif perpajakan bagi penulis melalui PPh Final Royalti sebesar 1,5 persen.
Insentif tersebut disiapkan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap industri kreatif nasional.
Pemerintah Targetkan 150 Ribu Peserta Magang
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah memastikan Program Magang Nasional kembali dilanjutkan mulai Juli 2026 dengan target 150 ribu peserta.
Program itu ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja menghadapi kebutuhan industri ke depan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program vokasi nasional bagi lulusan SMK dan pekerja terdampak PHK.
Airlangga mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kompetensi sumber daya manusia sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

