JAKARTA – Pelatih Manchester City Joseph “Pep” Guardiola mengucapkan selamat atas keberhasilan Arsenal mengamankan gelar juara Liga Inggris musim ini.
Kepastian Arsenal mengunci takhta tertinggi kompetisi sepak bola Inggris tersebut terjadi setelah tim asuhan Mikel Arteta mengantongi total 82 poin dari 37 pertandingan, unggul empat poin atas Manchester City selaku penghuni peringkat kedua.
“Selamat kepada Arsenal, Mikel Arteta, seluruh staf, serta para penggemar untuk Liga Premier ini. Gelar ini sangat layak mereka dapatkan,” ujar Pep Guardiola melalui laman resmi Manchester City, Rabu.
Bournemouth Kubur Ambisi Manchester City
Kegagalan rival terdekat memburu gelar juara terkunci sewaktu tuan rumah Bournemouth menahan imbang Manchester City dengan skor 1-1 pada pertandingan pekan ke-37. Hasil imbang tersebut otomatis menghentikan perolehan poin skuad asuhan Guardiola untuk mengejar posisi puncak tabel klasemen.
Meski kehilangan trofi musim ini, juru taktik asal Spanyol tersebut tetap memuji perjuangan Erling Haaland serta seluruh anggota skuad. Tim asal Manchester ini mampu memelihara persaingan perebutan gelar juara hingga pekan-pekan terakhir kompetisi.
“Sepanjang karier manajer saya, musim ini merupakan salah satu tahun terberat karena kami harus berjuang menghadapi berbagai hal luar biasa di luar kendali. Kami selalu ada di jalur juara dan tidak pernah menyerah,” ungkap mantan pelatih Bayern Muenchen.
Pelajaran Berharga Musim Terakhir Etihad
Guardiola menegaskan skuadnya memetik banyak pelajaran berharga sepanjang musim, terutama saat badai cedera menghantam tim. Manajemen strategi membuat klub mampu bangkit dari keterpurukan hingga tetap kompetitif di papan atas.
“Kami belajar banyak musim ini mengenai hal penting untuk memenangkan kompetisi. Kami harus mengumpulkan poin lebih banyak dan mengamankan keunggulan demi mengantisipasi situasi di luar kendali,” tutur Guardiola.
Momen kegagalan ini sekaligus menandai akhir masa bakti sang pelatih di Etihad Stadium. Pria Spanyol tersebut santer dikabarkan bakal meninggalkan klub setelah menyumbang total 20 trofi dari berbagai kompetisi resmi.

