Jakarta – Festival Film Internasional Minneapolis-St. Paul (MSPIFF) 2026 resmi menayangkan dua karya sinema terbaik asal Indonesia, yakni film Para Perasuk (Levitating) dan film Rangga & Cinta.
Kehadiran film Indonesia di Amerika Serikat ini menjadi momentum besar bagi industri kreatif tanah air untuk meraih atensi penonton global melalui ajang MSPIFF ke-45 yang berlangsung pada 8 hingga 19 April 2026.
Dominasi Sinema Indonesia di Panggung Amerika
Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago memberikan dukungan penuh terhadap partisipasi dua film ini. Berdasarkan informasi resmi, film “Para Perasuk” karya sutradara Wregas Bhanuteja mendapat jadwal tayang pada 9 dan 11 April 2026.
Film produksi Rekata Studio ini menampilkan deretan bintang papan atas seperti Anggun, Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Bryan Domani, dan Chicco Kurniawan.
“Kehadiran karya sutradara Indonesia di ajang internasional membuktikan kualitas penceritaan kita semakin kompetitif di pasar global,” tulis pihak KJRI Chicago melalui akun media sosial resminya.
“Para Perasuk” mengusung cerita unik mengenai sebuah desa yang memandang fenomena kerasukan roh sebagai sebuah kepuasan dan kesenangan kolektif. Narasi yang berani ini berhasil menarik perhatian kurator MSPIFF untuk bersaing dengan film-film mancanegara lainnya.
Adaptasi Modern Masuk Program Asian Frontiers
Selain karya Wregas, film “Rangga & Cinta” arahan sutradara kawakan Riri Riza juga unjuk gigi di Minnesota. Film produksi Miles Films tersebut dijadwalkan tayang pada 15 dan 19 April 2026. Menariknya, “Rangga & Cinta” berhasil menembus Program Asian Frontiers, sebuah kategori khusus yang menyoroti perkembangan sinema di Asia.
Film ini merupakan adaptasi modern dari film legendaris “Ada Apa Dengan Cinta” (2002). Dengan menampilkan wajah baru seperti El Putra Sarira dan Leya Princy, Riri Riza membawa nafas segar pada kisah romansa ikonik yang dulu membesarkan nama Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra. Keikutsertaan dua film ini menegaskan bahwa regenerasi dan inovasi genre di Indonesia tengah berada pada jalur yang tepat.

