Jakarta – Bek Timnas Indonesia dan Persija Jakarta, Rizky Ridho, sukses menyabet penghargaan Gol Terbaik PSSI Awards 2026 berkat lesatan jarak jauh ikoniknya ke gawang Arema FC.
Pencapaian ini mempertegas dominasi Ridho di kancah sepak bola nasional setelah sebelumnya sempat menembus nominasi Puskas Award 2025. Gol yang tercipta di Stadion Patriot Candrabagha dalam gelaran BRI Super League tersebut kini resmi menjadi yang terbaik di tanah air.
Kemenangan ini diraih setelah melalui proses pemungutan suara ketat secara daring dan luring sejak Januari hingga Maret 2026. Gol Ridho berhasil mengungguli deretan gol estetik lainnya milik Arkhan Fikri, Egy Maulana Vikri, Ole Romeny, hingga rekan setimnya di Persija, Rayhan Hannan.
Meski sempat menjadi perbincangan dunia melalui nominasi Puskas, pemain berusia 24 tahun ini menolak menyebut trofi PSSI Awards sebagai pelipur lara atas kegagalannya di level internasional tahun lalu.
Motivasi Tinggi di Negeri Sendiri
Ridho menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang sangat berarti bagi karier profesionalnya. Alih-alih merasa kecewa karena gagal membawa pulang trofi Puskas, mantan pemain Persebaya Surabaya ini justru merasa terhormat bisa membawa nama Indonesia ke panggung dunia.
“Bukan obat sih, lebih ke motivasi karena saya tidak kecewa juga gagal di Puskas. Saya sangat bangga bisa mewakili Indonesia meskipun hanya mendapat nominasi. Semoga ke depannya banyak lagi gol-gol dari pemain Indonesia yang masuk Puskas,” ujar Rizky Ridho.
Ambisi dan Target Masa Depan
Apresiasi di dalam negeri ini menjadi bahan bakar baru bagi Ridho untuk terus meningkatkan performa, baik bersama Macan Kemayoran maupun Skuad Garuda. Konsistensi menjaga lini pertahanan sekaligus menjadi ancaman saat situasi bola mati menjadi target pribadinya di musim-musim mendatang.
“Pastinya akan terus termotivasi untuk memberikan yang terbaik di tim maupun di tim nasional,” tutur bek andalan Indonesia tersebut.
Ridho berkelakar bahwa gol spektakuler serupa sangat mungkin tercipta kembali. “Mungkin (terulang). Karena mungkin sangat mudah bagi orang-orang yang melihatnya,” pungkasnya sambil tertawa.

