Jakarta – Real Madrid kini menghadapi gelombang ketidakpastian setelah manajemen klub mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang kontrak Alvaro Arbeloa menyusul performa tim yang kian merosot di La Liga.
Arbeloa, yang baru menjabat sejak Januari menggantikan Xabi Alonso, gagal mempertahankan konsistensi hingga menyebabkan Los Blancos tertinggal empat poin dari Barcelona dalam perburuan gelar juara. Situasi ini memicu spekulasi pencarian sosok pelatih baru di Santiago Bernabeu guna menyelamatkan sisa musim.
Risiko Penunjukan Pelatih Minim Pengalaman
Keputusan manajemen menunjuk Arbeloa sebagai suksesor Alonso mendapat kritik tajam dari mantan bek Real Madrid, Ivan Helguera. Menurutnya, mempromosikan pelatih yang belum pernah mencicipi ketatnya persaingan Divisi Pertama di tengah krisis adalah langkah yang ceroboh. Real Madrid dianggap membutuhkan sosok komunikator yang berpengalaman untuk mengendalikan ruang ganti yang penuh tekanan.
“Memecat Xabi Alonso tidak masuk akal. Jika Anda harus memecatnya, maka seharusnya ada pelatih berpengalaman yang bisa menangani situasi ini. Langsung menunjuk seseorang yang belum pernah melatih di Divisi Pertama adalah keputusan yang berisiko,” ungkap Helguera melalui laporan MD.
Kalah Saing dengan Akademi Barcelona
Selain masalah manajerial, Helguera menyoroti ketertinggalan Real Madrid dari Barcelona dalam hal pengembangan pemain muda. Ia menilai La Masia berhasil menciptakan sistem yang berkelanjutan, sementara Real Madrid terlalu fokus pada kemenangan instan tanpa merawat regenerasi dari akademi sendiri.
“Akademi yang hebat milik Barca telah memudahkan segalanya bagi mereka, dan Real Madrid harus banyak belajar dari aspek tersebut. Barca merawat permainan, sedangkan kita hanya fokus pada kemenangan. Bagi saya, penting untuk mengaitkan keduanya,” tambahnya.

