Jakarta – Gemuruh di Stadion Diego Armando Maradona seketika berubah menjadi keheningan yang mencekam saat eksekutor terakhir Napoli gagal menyarangkan bola ke dalam gawang.
Di tengah dinginnya malam di kota Naples, Selasa (10/2) waktu setempat, Como 1907 justru berpesta pora merayakan keberhasilan mereka menyingkirkan sang raksasa, Napoli, dari babak perempat final Coppa Italia melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor tipis 7-6 setelah bermain imbang 1-1 selama 90 menit.
Drama Saling Balas di Waktu Normal
Pertandingan sejak menit awal berlangsung dengan tensi tinggi. Napoli hampir saja memimpin melalui tembakan voli keras Stanislav Lobotka, namun kiper Como, Jean Butez, tampil sigap melakukan penyelamatan krusial.
Como tidak tinggal diam, serangan balik yang dibangun Alex Valle sempat merepotkan barisan pertahanan tuan rumah sebelum akhirnya kebuntuan pecah di menit ke-39. Pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih, dan Martin Baturina sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Memasuki babak kedua, Napoli langsung tancap gas. Baru satu menit berjalan, umpan matang dari Rasmus Hojlund berhasil diselesaikan dengan manis oleh Antonio Vergara yang mengubah papan skor menjadi 1-1. Meski kedua tim saling bertukar serangan di sisa waktu, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga peluit panjang dibunyikan.
Ujian Mental di Titik Putih
Kemenangan akhirnya harus ditentukan melalui babak “lotre” adu penalti. Mentalitas para pemain Como terbukti lebih baja setelah berhasil menyarangkan tujuh bola, sementara dua eksekutor Napoli gagal menaklukkan tekanan.
Keberhasilan ini membawa tim asuhan Cesc Fabregas tersebut melaju ke babak semifinal untuk menantang Inter Milan dalam format dua leg pada bulan Maret dan April mendatang.
“Pada babak adu penalti, Como berhasil menjadi pemenang setelah menang dengan skor 7-6 setelah dua penendang Napoli gagal melaksanakan tugasnya dengan baik,” tulis laporan resmi pertandingan tersebut.

