Jakarta – Aktor sekaligus sineas kawakan Deddy Mizwar resmi meluncurkan skenario drama keluarga terbaru berjudul Rumah Tanpa Cahaya yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 Februari 2026 mendatang.
Film hasil kolaborasi Citra Sinema dan Sinemart ini mengangkat tema kehilangan dan kekuatan cinta seorang ibu di tengah hiruk-pikuk kehidupan sederhana sebagai pengelola warung makan.
Sentuhan Magis Deddy Mizwar dan Odi Harahap
Proyek ini menandai kembalinya kolaborasi Deddy Mizwar dengan produser Zairin Zain, yang sebelumnya sukses besar lewat film satire Alangkah Lucunya (Negeri Ini) pada 2010 silam. Namun, kali ini penonton akan disuguhkan nuansa yang jauh lebih emosional di bawah arahan sutradara Odi Harahap.
“Rumah Tanpa Cahaya tentang kehilangan dan bagaimana cinta seorang ibu tetap hidup serta membimbing keluarganya ketika ia sudah tiada,” ujar Deddy Mizwar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (9/2).
Skenario film ini merupakan hasil keroyokan kreatif dari Syaikhu Luthfi, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Odi Harahap, Amiruddin Olland, hingga Rafi Muhammad Zuhdi untuk memastikan kedalaman cerita yang menyentuh.
Kehampaan di Balik Lezatnya Empal Gentong
Cerita berfokus pada karakter Nurul (Ira Wibowo) dan suaminya, Qomar (Donny Damara), yang menyambung hidup dengan mengelola warung Empal Gentong. Bagi Nurul, warung tersebut bukan sekadar tempat mencari nafkah, melainkan ruang untuk menebar kasih sayang kepada sesama.
Ira Wibowo menyebutkan bahwa karakter Nurul mewakili potret perempuan tangguh yang sering terabaikan. “Nurul adalah gambaran banyak ibu di Indonesia yang diam-diam kuat, penuh cinta, dan sering kali menjadi cahaya tanpa pernah meminta untuk dilihat,” ungkap Ira.
Konflik memuncak saat Nurul berpulang untuk selamanya, meninggalkan kehampaan besar bagi Qomar dan kedua putranya, Samsul (Ridwan A. Ghany) dan Azizi (Lavicky Nicholas). Kehilangan tersebut memaksa anggota keluarga yang tersisa untuk memaknai ulang arti kehadiran seorang ibu.
“Film ini mengajak kita merenung, sering kali kita baru memahami arti keluarga dan pengorbanan setelah kehilangan itu benar-benar terjadi,” tambah Donny Damara.
Selain jajaran aktor utama, film ini juga diperkuat oleh penampilan Dea Annisa, Galabby Thahira, Ence Bagus, dan Widi Dwinanda.

