Jakarta – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan bahwa tujuh pemain baru yang direkrut pada bursa transfer paruh musim Super League 2025-2026 wajib bekerja ekstra keras demi menembus skuad utama Macan Kemayoran saat ditemui dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (7/2).
Meski Persija menjadi salah satu klub paling agresif di pasar transfer, juru taktik asal Brasil tersebut menjamin tidak ada “karpet merah” bagi para penggawa anyar. Hingga saat ini, hanya Fajar Fathurrahman yang rutin mengisi slot inti untuk menggantikan posisi Ilham Rio Fahmi yang hengkang ke Arema FC.
Persaingan Ketat Menembus Skuad Utama
Kehadiran nama-nama besar seperti Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, hingga striker Mauro Zijlstra ternyata belum cukup menggoyahkan pakem utama Souza. Sang pelatih menuntut pembuktian nyata di lapangan latihan sebelum memberikan menit bermain.
“Pemain baru lainnya bahkan belum tentu mendapatkan posisi inti. Mereka harus berjuang keras,” tegas Mauricio Souza.
Selain Fajar, deretan pemain seperti Jean Mota, Alaeddine Ajaraie, dan kiper Cyrus Margono masih harus berjibaku menunjukkan konsistensi agar bisa menggeser pilar lama yang sudah solid membawa Persija di papan atas.
Ambisi Juara Tanpa Tekanan Ekstra
Walaupun manajemen jor-joran mendatangkan amunisi baru, Souza mengaku tidak merasa terbebani secara berlebihan. Baginya, kewajiban untuk menang adalah napas Persija sejak awal musim, bukan sekadar imbas dari belanja pemain besar-besaran.
“Kalau Anda pikir karena tujuh pemain baru datang kami jadi punya kewajiban untuk menang, apakah artinya sebelum mereka datang kami tidak punya kewajiban itu? Bagi saya, keinginan untuk menang itu selalu sama di setiap klub,” ungkap Souza.
Persija saat ini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan 41 poin, membayangi Borneo FC dan Persib Bandung dalam perebutan gelar juara. Souza memastikan bahwa mentalitas juara sudah tertanam dalam tim jauh sebelum tujuh rekrutan baru tersebut mendarat di Jakarta.

