Bone – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Dr. H. Andi Muh. Yuslim Patawari, S.STPi., MP, tampil sebagai narasumber dalam lokakarya penyusunan kebutuhan dunia kerja yang diselenggarakan oleh Kejuruan Pertanian Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Pertanian (BBPPMPV), Selasa (3/2/2026).
Kegiatan lokakarya ini dilaksanakan sebagai langkah strategis BBPPMPV dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, khususnya melalui penyelarasan antara kompetensi lulusan kejuruan pertanian dan tuntutan dunia kerja.
Dalam pemaparannya, Andi Yuslim Patawari (AYP) mengulas proyeksi kebutuhan tenaga kerja di sektor agroindustri, baik di tingkat nasional maupun daerah, untuk periode lima hingga sepuluh tahun mendatang.
“Pentingnya keterkaitan yang kuat antara institusi pendidikan dan dunia usaha agar lulusan memiliki daya saing yang tinggi”,
ujar AYP.
Wakil Rektor IV Universitas Jakarta tersebut menyampaikan bahwa lembaga pendidikan dituntut menghasilkan sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia industri. Oleh karena itu, penguatan kompetensi menjadi hal yang mutlak bagi lulusan pendidikan vokasi.
Sebagai asesor kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), AYP menjelaskan bahwa sektor agroindustri saat ini menunjukkan pertumbuhan yang cukup pesat. Kondisi tersebut membuka peluang kerja nyata bagi lulusan vokasi pertanian, terutama pada bidang-bidang yang membutuhkan keahlian teknis dan nonteknis sesuai kebutuhan industri masa kini.
Lebih lanjut, AYP menegaskan bahwa KADIN memiliki posisi strategis dalam pengembangan sumber daya manusia dan sektor agroindustri, mulai dari menghimpun hingga membina pelaku usaha lintas sektor, termasuk agroindustri dari hulu hingga hilir.
Ia juga menambahkan bahwa KADIN berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan daya saing industri nasional, menyelaraskan kebutuhan tenaga kerja dengan pendidikan vokasi, serta menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan riil industri dan agroindustri.
“Agroindustri merupakan salah satu sektor utama penopang perekonomian nasional. Di sisi lain, kebutuhan tenaga kerja vokasi di sektor ini sangat besar dan nyata. Oleh karena itu, peluang kerja bagi lulusan vokasi pertanian terbuka sangat luas. Lulusan vokasi pertanian adalah bagian penting dari investasi menuju Indonesia Emas 2045,”
tutup AYP.

