Jakarta – Raksasa teknologi Oppo resmi menarik kembali Realme ke dalam jajaran manajemennya sebagai sub-brand.
Langkah restrukturisasi ini menandai babak baru bagi mantan anggota konglomerat BBK Electronics dalam upaya memperkuat integrasi sumber daya secara global.
Laporan dari Leifeng.com menyebutkan bahwa meski terjadi perombakan organisasi, Sky Li tetap menjabat sebagai CEO Realme.
Ia akan memimpin Realme di bawah naungan manajemen Oppo guna menciptakan kolaborasi internal yang lebih solid antara Oppo, Realme, dan OnePlus.
Dalam strategi baru ini, Oppo memposisikan diri sebagai merek utama (leading brand), sementara OnePlus dan Realme berperan sebagai merek pendamping dengan strategi pemasaran yang tetap mandiri.
Integrasi ini juga memberikan keuntungan bagi pengguna Realme, karena layanan purnajual mereka kini akan melebur ke dalam jaringan servis Oppo yang mencakup lebih dari 5.000 gerai fisik di Tiongkok.
Pihak internal Oppo menegaskan bahwa transisi ini tidak akan mengganggu jadwal peluncuran produk Realme yang sudah direncanakan sebelumnya.
“Oppo berfokus pada penguatan kolaborasi internal untuk meningkatkan manajemen sumber daya dan mempercepat ekspansi strategi global kami,” ungkap sumber internal Oppo yang dilansir dari laporan tersebut.
Realme sendiri mengawali perjalanannya sebagai sub-brand Oppo pada Mei 2018 sebelum akhirnya memisahkan diri menjadi merek independen di tahun yang sama. Kini, sejarah kembali berulang saat pasar ponsel pintar global menuntut efisiensi operasional yang lebih ketat.

