Jakarta – Ambisi Elon Musk untuk mendominasi jalanan tanpa pengemudi kini memasuki babak baru. Dalam pertemuan World Economic Forum di Davos, CEO Tesla tersebut mengonfirmasi bahwa Tesla secara resmi telah menghapus sopir cadangan (safety drivers) dari layanan Robotaxi di Austin, Texas.
Meski sebagian besar armada masih diawasi manusia, sejumlah kecil kendaraan kini benar-benar beroperasi secara mandiri. Langkah ini menyusul ekspansi area operasional dan penambahan jumlah armada menjadi 34 unit di kota tersebut.
“Uji coba tanpa pengawasan manusia sudah berjalan sejak bulan lalu,” tegas Musk.
Rapor Merah: Sering Kecelakaan Dibanding Manusia
Namun, keberanian Musk ini memicu kritik tajam dari para pengamat industri. Data dari National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) menunjukkan performa Tesla Robotaxi masih jauh dari kata sempurna. Dalam enam bulan terakhir, tercatat delapan kecelakaan terjadi di Austin.
Rasio kecelakaan Tesla menyentuh angka satu insiden setiap 40.000 mil. Angka ini sangat kontras dengan pengemudi manusia di Amerika Serikat yang rata-rata hanya mengalami satu kecelakaan setiap 500.000 mil.
Selain itu, Tesla masih menutup rapat rincian narasi kecelakaan tersebut, sehingga publik sulit menilai siapa yang bersalah dalam tiap insiden.
Kalah Telak dari Waymo dan Masalah Branding
Di saat Tesla masih tertatih dengan 34 armadanya di Austin, pesaing beratnya, Waymo milik Alphabet, telah mengoperasikan lebih dari 100 kendaraan di kota yang sama. Secara global, Waymo sudah memiliki lebih dari 2.000 kendaraan dan siap merambah London pada tahun 2026.
Tak hanya kalah jumlah, Tesla juga tersandung masalah pemasaran. Regulator California menemukan bahwa Tesla melakukan pemasaran yang menyesatkan terkait kemampuan otonomnya.
Di China, Tesla bahkan terpaksa mengganti nama teknologi Full Self-Driving menjadi Intelligent Assisted Driving agar tidak dianggap berlebihan dalam menjanjikan kecanggihan teknologi.
| Fitur / Parameter | Tesla Robotaxi | Waymo (Alphabet) |
| Jumlah Armada di Austin | 34 Kendaraan | >100 Kendaraan |
| Total Armada Global | Terbatas (Austin & Bay Area) | >2.000 Kendaraan |
| Rasio Kecelakaan | 1 per 40.000 mil | Jauh lebih rendah/stabil |
| Status Sopir Cadangan | Mulai dihapus secara bertahap | Sudah dihapus total di banyak wilayah |
| Ekspansi Internasional | Belum ada kepastian | London (Target 2026) |
| Branding di China | Intelligent Assisted Driving | – |

