Jakarta – Otoritas Serie A resmi menjatuhkan hukuman berat kepada CEO Juventus, Damien Comolli, dan Direktur Sepak Bola, Giorgio Chiellini, menyusul tindakan agresif terhadap wasit Federico La Penna dalam laga kontra Inter Milan pada Sabtu (14/2).
Melansir laman resmi Serie A pada Selasa (17/2), insiden yang terjadi di terowongan Stadion San Siro pada pekan ke-25 Liga Italia tersebut berujung pada skorsing panjang dan denda ratusan juta rupiah bagi kedua petinggi klub asal Turin tersebut.
Kronologi Intimidasi di Terowongan Pemain
Kemarahan pihak Juventus tersulut setelah bek Pierre Kalulu menerima kartu kuning kedua pada menit ke-42. Hakim olahraga melaporkan bahwa Damien Comolli menunjukkan sikap sangat mengintimidasi dan agresif terhadap wasit saat jeda babak pertama.
Bahkan, Comolli dilaporkan sempat mencoba melakukan kontak fisik dengan wasit Federico La Penna di depan ruang ganti. “Aksi tersebut berhasil dicegah berkat intervensi pelatih Juventus serta staf lainnya, namun perilaku tersebut terus berlanjut hingga ke luar ruang ganti,” tulis pernyataan resmi otoritas liga.
Akibat tindakan tersebut, Comolli dilarang mendampingi tim hingga 31 Maret 2026 dan wajib membayar denda sebesar 15.000 euro atau sekitar Rp255 juta. Sementara itu, Giorgio Chiellini mendapatkan sanksi larangan hadir hingga 27 Februari karena melakukan protes dengan cara yang tidak sopan dan gelisah.
Drama Kartu Merah dan Perlawanan 10 Pemain
Pertandingan sendiri berlangsung dramatis sejak Pierre Kalulu diusir keluar lapangan akibat sentuhan minim terhadap Alessandro Bastoni. Meski bermain dengan 10 orang, Juventus menunjukkan mentalitas baja dengan menyamakan kedudukan dua kali melalui Andrea Cambiaso dan Manuel Locatelli.
Namun, perlawanan gigih Si Nyonya Tua akhirnya kandas di menit ke-90. Gelandang Inter Milan, Piotr Zielinski, mencetak gol pamungkas yang memastikan kemenangan Nerazzurri dengan skor tipis 3-2. Kekalahan ini terasa kian pahit bagi Juventus mengingat hilangnya dua sosok kunci di jajaran manajemen untuk beberapa pertandingan mendatang.

