Jakarta – Di bawah rimbunnya kanopi hutan pedalaman Papua yang hijau dan mistis, seorang bocah laki-laki bernama Tegar bersama gadis lokal berusia 12 tahun, Maira, berlari melawan waktu untuk melindungi tanah ulayat dari ancaman kerusakan pada Selasa (20/1).
Film bertajuk “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” besutan sutradara Anggi Frisca ini bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah gerakan sosial dan edukatif yang siap menyapa layar lebar mulai 5 Februari 2026.
Melalui perpaduan musikalitas dan petualangan, karya produksi Aksa Bumi Langit ini mengemas isu pelestarian lingkungan serta kearifan lokal dalam narasi yang menyentuh hati.
Harmoni Musik dan Perlawanan Masyarakat Adat
Produksi film ini melibatkan kolaborasi mendalam dengan masyarakat adat, kepala suku, hingga seniman lokal Papua guna memastikan keaslian cerita. Karakter Maira yang diperankan oleh penyanyi Joanita Chatarine menjadi motor utama dalam pengembangan musik film.
Komposisi orisinal yang menggabungkan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik menjadi bahasa universal untuk menyampaikan kegelisahan alam.
Sutradara Anggi Frisca menegaskan bahwa film ini berfungsi sebagai pengingat keras bagi manusia modern mengenai ketergantungan mutlak pada alam semesta.
“Yang menyelamatkan kita di saat bencana itu bukan uang, tapi pohon besar itu yang mungkin kita bisa sama-sama jaga. Dan semoga Tegar dan Maira bisa menjadi inspirasi anak-anak generasi berikutnya,” ungkap Anggi dalam konferensi pers di Jakarta.
Bakat Alami di Jantung Rimba
Selain menonjolkan keindahan lanskap Papua, film ini juga menyoroti potensi besar anak-anak di bumi Cendrawasih. Keberanian masyarakat adat dalam menjaga hutan sebagai sumber kehidupan menjadi ruh utama yang menggerakkan plot cerita.
Anggi menambahkan bahwa talenta lokal di Papua memiliki kepekaan rasa yang luar biasa, terutama dalam hal seni suara dan irama.
“Banyak anak di Papua yang mungkin tidak bisa membaca, tapi mereka tidak buta nada. Musik menjadi bahasa universal yang menjembatani cerita, alam, dan emosi,” tambah Anggi.

