Jakarta – Bintang Real Madrid, Vinicius Jr, menatap Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar membawa Timnas Brazil kembali ke puncak kejayaan sepak bola dunia.
Berbeda dengan edisi Qatar 2022 saat ia masih berstatus pemain muda, kini Vinicius memikul tanggung jawab sebagai pemimpin utama lini serang Selecao di bawah asuhan pelatih legendaris, Carlo Ancelotti.
Kehadiran Ancelotti memberikan suntikan kepercayaan diri luar biasa bagi skuad Brazil yang haus akan gelar juara dunia keenam.
Transformasi Peran dan Kedatangan Don Carlo
Vinicius Jr mengakui adanya perubahan besar dalam statusnya di dalam tim nasional. Jika sebelumnya ia hanya menjadi pelapis, kini ia berdiri di garis terdepan untuk membimbing rekan-rekannya.
Kehadiran Carlo Ancelotti pada Mei 2025 menjadi titik balik krusial bagi performa tim yang sempat tidak konsisten pasca pengunduran diri Tite.
“Ini bukan sesuatu yang luar biasa bagi saya. Saya sudah membela Selecao sejak usia 19 tahun. Dulu saya hanya anak ajaib, tapi sekarang saya berada di depan, memimpin tim dan mencoba membawa Brazil kembali ke puncak dunia,” tegas Vinicius kepada FIFA.
Ketenangan Mental dan Taktik Kolektif
Pengalaman memenangi gelar The Best FIFA Men’s Player 2024 di bawah asuhan Ancelotti di Madrid menjadi modal berharga. Vinicius menyoroti kemampuan Ancelotti dalam menciptakan suasana ruang ganti yang santai namun tetap profesional, sebuah elemen yang dianggap hilang dalam beberapa tahun terakhir. Strategi Ancelotti menitikberatkan pada keseimbangan antara pertahanan kolektif dan kebebasan menyerang khas flair Brazil.
“Sepak bola terkadang tampak sangat rumit, tetapi ada orang-orang seperti Ancelotti yang datang dan membuat segalanya terasa sederhana. Beliau menciptakan atmosfer santai yang membantu kami tampil lebih baik di bawah tekanan besar,” tambah Vinicius.
Brazil akan memulai pembuktian perdana mereka di Grup C melawan Maroko pada 13 Juni mendatang di New York New Jersey Stadium. Dengan skuad yang lebih matang dan kepemimpinan taktis Ancelotti, Selecao optimis mampu melewati ujian fisik dan mental demi mewujudkan mimpi mengangkat trofi emas di partai final.

