Jakarta – Toyota Motor Corporation resmi meluncurkan Toyota Highlander 2027 bertenaga listrik murni untuk memperkuat dominasi di segmen SUV tujuh penumpang. Langkah strategis ini menempatkan Toyota sebagai pemimpin baru dalam segmen kendaraan listrik keluarga saat para pesaing utama seperti Ford dan Stellantis justru memangkas program mobil listrik. Produksi massal akan diproduksi pabrik Georgetown, Kentucky, pada pertengahan 2026 dengan target distribusi global pada akhir tahun.
Kehadiran Highlander EV memperluas portofolio kendaraan listrik Toyota yang sebelumnya sudah diisi oleh bZ Woodland dan C-HR. Berbeda dengan model hibrida yang selama ini menjadi tulang punggung penjualan, SUV ini menawarkan ruang kabin yang lebih lapang, teknologi mutakhir, serta berbagai opsi transmisi dan kapasitas baterai.
Toyota membidik pasar yang kini hanya dihuni oleh sedikit pemain seperti Kia EV9 dan Hyundai Ioniq 9, namun dengan keunggulan nama besar “Highlander” yang sudah dikenal luas oleh konsumen dunia.
Inovasi Teknologi dan Kenyamanan Keluarga
Pihak manajemen menekankan bahwa mobil ini tidak hanya sekadar mengganti mesin bensin ke motor listrik, tetapi melakukan revolusi pada pengalaman berkendara. Toyota menyematkan teknologi vehicle-to-load (V2L) yang memungkinkan mobil menjadi sumber listrik darurat bagi peralatan rumah tangga.
Selain itu, penggunaan platform TNGA-K yang dimodifikasi memberikan ruang kaki yang lebih lega pada baris ketiga, sebuah fitur yang sering menjadi kendala pada SUV listrik kompetitor.
David Christ, Group Vice President of Marketing Toyota, menyatakan optimisme tinggi terhadap model terbaru ini.
“Highlander baru ini dirancang untuk menjadi pemimpin yang modis dan berteknologi tinggi di segmen SUV menengah,” ujar David Christ saat peluncuran global tersebut.
Menurut David, tampilan baru yang ramping, interior luas, dan teknologi mutakhir menjadikan Highlander EV sebagai tambahan yang luar biasa bagi lini kendaraan listrik Toyota yang terus berkembang.
Strategi Produksi dan Persaingan Global
Keputusan Toyota untuk memproduksi unit ini di Kentucky, Amerika Serikat, menunjukkan keseriusan dalam mengamankan rantai pasok di pasar Amerika Utara. Meskipun permintaan kendaraan listrik secara global sempat melambat akibat perubahan kebijakan politik di beberapa negara, Toyota tetap konsisten dengan pendekatan jalur ganda (multi-pathway strategy).
Strategi ini mengombinasikan kekuatan mobil hibrida yang sudah matang dengan akselerasi produk listrik murni untuk memastikan perusahaan tidak tertinggal dalam persaingan otomotif masa depan.

