Jakarta – Sutradara Taufik Hidayat Rusti resmi mengangkat kekayaan budaya Melayu Jambi ke layar lebar melalui film terbaru berjudul Mantagi “Air dan Manusia” dengan menjadikan aliran Sungai Batanghari sebagai pengikat utama seluruh alur cerita di Taman Budaya, Kota Jambi.
Produksi ini mengeksplorasi bentang geografis Jambi dari hulu hingga pesisir yang mencakup Kabupaten Kerinci, Merangin, Muaro Jambi, hingga Tanjung Jabung Timur guna merepresentasikan kesatuan narasi spiritual dan ekologis.
“Pemilihan wilayah yang dialiri Sungai Batanghari ini menjadi latar karena merepresentasikan keragaman bahasa, adat, dan kebiasaan masyarakat Jambi secara utuh,” ujar Taufik Hidayat Rusti.
Simbolisme Air dan Kritik Ekologis
Film bergenre misteri ini menggunakan pendekatan visual spiritual untuk menggambarkan hubungan mendalam antara manusia dan alam. Air tidak hanya hadir sebagai elemen visual, melainkan simbol pemersatu nilai budaya dan kesadaran masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai terpanjang di Sumatra tersebut.
“Air adalah simbol utama karena sungai tidak hanya menghubungkan wilayah secara geografis, tetapi juga mempersatukan nilai budaya dan kesadaran masyarakat. Temanya adalah manusia dan air yang bermakna spiritual serta ekologis sebagai sumber kehidupan,” lanjut Taufik.
Melalui karya ini, tim produksi mengajak penonton untuk merenung dan berdiskusi mengenai persoalan lingkungan yang terjadi saat ini. Sutradara menekankan bahwa film ini memberikan kebebasan bagi publik untuk menafsirkan pesan moral tanpa adanya unsur menghakimi pihak tertentu.
Kolaborasi Aktor Lokal dan Tantangan Peran
Produksi Mantagi melibatkan masyarakat setempat dan aktor-aktor lokal berbakat untuk memperkuat otentisitas cerita. Aktor asal Kabupaten Merangin, Ide Bagus Putra, mengungkapkan tantangan berat saat memerankan dua karakter sekaligus, yakni tokoh Jamal dan representasi sosok “hantu air”.
“Peran ini memiliki perbedaan tipis sebagai sindiran halus terhadap eksploitasi lingkungan yang semakin marak terjadi,” ungkap Ide Bagus Putra.
Selain Ide Bagus, film ini diperkuat oleh jajaran pemeran seperti Muhammad Husni Thamrin, Azhar MJ, Didi Hariadi, serta sederet talenta dari Muaro Jambi. Penggunaan properti lokal asli daerah dalam setiap adegan semakin mempertegas komitmen film Mantagi dalam melestarikan identitas budaya Jambi di mata dunia.

