Jakarta – Lampu sorot Stadion St. James Park bersiap menyambut malam yang seharusnya terasa santai bagi publik Tyneside. Dengan tabungan kemenangan telak 6-1 dari leg pertama, Newcastle United sejatinya bisa saja bermain sambil “ngopi” atau menurunkan tim pelapis saat menjamu Qarabag. Namun, aroma persaingan di Liga Champions rupanya terlalu sakral bagi Eddie Howe untuk sekadar bereksperimen dengan nama-nama asing di daftar susunan pemain.
Meskipun agregat gol sudah menunjukkan jarak yang sangat kontras, armada The Magpies tetap mengusung misi kemenangan mutlak pada laga Selasa malam waktu setempat. Howe menegaskan bahwa menjaga momentum jauh lebih penting daripada sekadar memberikan waktu istirahat bagi para bintangnya.
Menjaga Ritme di Jalur Juara
Keunggulan lima gol yang tercipta berkat quattrick Anthony Gordon serta sumbangan Malick Thiaw dan Jacob Murphy pekan lalu tidak membuat sang pelatih jemawa. Howe justru khawatir jika rotasi besar-besaran akan merusak detak jantung permainan tim yang sedang dalam kondisi prima.
“Kami ingin memenangkan pertandingan, itu target pertama. Dalam beberapa hal, kami ingin menjaga ritme yang baik dengan para pemain,” tegas Howe melansir laman resmi klub.
Pelatih berkebangsaan Inggris tersebut mengakui adanya tantangan dalam menyusun komposisi pemain di tengah jadwal yang padat.
“Ini adalah keseimbangan yang rumit antara merotasi pemain dan memastikan semua orang tetap bugar, serta memastikan para pemain tidak kehilangan ritme dan kami tidak kehilangan perasaan baik yang telah kami miliki,” sambungnya.
Target Besar Setelah Babak 16 Besar
Lolos ke fase gugur merupakan harga mati bagi klub milik konsorsium Arab Saudi ini. Baginya, mencapai babak 16 besar hanyalah gerbang pembuka menuju kejutan yang lebih besar di panggung tertinggi Eropa tersebut. Fokus total tetap menjadi kunci utama agar tidak terjadi petaka yang tak diinginkan di kandang sendiri.
“Itu adalah sesuatu yang kami bicarakan sebelum kompetisi dimulai, itu adalah target awal kami, kami ingin mencapai babak 16 besar. Ketika berada di titik itu, apapun bisa terjadi,” ungkap Howe optimistis.
Meski tiket babak selanjutnya sudah berada di depan mata, ia tidak ingin anak asuhnya kehilangan kewaspadaan sedikit pun.
“Meskipun itu adalah targetnya, kami tetap harus memenangkan pertandingan besok dan itulah yang akan kami fokuskan,” pungkasnya.

