Jakarta – Ribuan pasang mata terpaku pada panggung megah Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, saat lampu meredup dan alunan musik orkestra mulai membelah kesunyian pada Selasa (10/2) malam.
Pertunjukan bertajuk “A Gala Evening” ini menjadi mesin waktu bagi para penggemar yang ingin memutar kembali memori akhir era 90-an hingga awal 2000-an.
Di tengah udara malam yang hangat, Shane Filan, Nicky Byrne, dan Kian Egan muncul di balik siluet cahaya, menyulut histeria massa lewat lagu pembuka “World of Our Own” yang langsung membakar semangat penonton untuk bernyanyi bersama tanpa henti.
Karaoke Massal dan Sindiran Jenaka Sorakan riuh rendah menggema saat Shane Filan menyapa penggemar dengan sentuhan lokal yang kental. “Hello Jakarta! Aku cinta kamu,” seru Shane dalam bahasa Indonesia yang disambut teriakan histeris para Westlifer—sebutan bagi penggemar setia grup asal Irlandia tersebut. Suasana semakin emosional ketika lagu-lagu legendaris seperti “If I Let You Go”, “Bop Bop Baby”, dan “When You’re Looking Like That” dibawakan berturut-turut, menciptakan sesi karaoke massal paling megah di kawasan PIK 2.
Kian Egan sempat mencuri perhatian lewat candaan mengenai usia mereka dan para penggemar yang tumbuh bersama musik Westlife sejak 1999. Sambil bersiap membawakan lagu “What Makes a Man”, ia berseloroh tentang perjalanan waktu yang tak terasa.
“Lagu ini dari album awal-awal kami, lagu ini sudah tua sekali, sama sepertiku. Hei jangan tertawa, jika saya tua, kalian juga tua,” kata Kian yang disambut tawa renyah dari seluruh penjuru area konser.
Eksplorasi Genre dan Penutup yang Manis Meski tampil tanpa Mark Feehily yang masih dalam masa pemulihan kesehatan, harmonisasi vokal ketiga personel tetap terasa solid dan berkelas. Westlife tidak hanya membawakan lagu pop manis, tetapi juga menyisipkan nuansa jazz melalui lagu “Ain’t That a Kick in the Head” dan “Mack the Knife”.
Puncak emosi penonton tumpah saat “Flying Without Wings”, “My Love”, dan “You Raise Me Up” berkumandang, di mana banyak penonton terlihat bernyanyi sambil memejamkan mata, larut dalam kenangan pribadi masing-masing.
Pertunjukan ditutup dengan lagu syahdu “Swear It Again” sebagai tembang ke-19. Konser “A Gala Evening” bukan sekadar panggung musik biasa, melainkan sebuah perayaan perjalanan hidup bagi banyak orang yang tumbuh dewasa diiringi setiap lirik yang ditulis oleh grup musik fenomenal ini.

