Jakarta – Lampu sorot Stadion Louis II seolah meredup bagi pendukung tuan rumah saat peluit panjang berbunyi. Pertandingan baru berjalan satu menit ketika publik Monaco bersorak kegirangan melihat jaring gawang Paris Saint-Germain (PSG) bergetar.
Namun, sepak bola bukan tentang siapa yang berlari paling cepat di awal, melainkan siapa yang berdiri paling tegak di akhir. PSG, dengan mentalitas baja, berhasil mengubah mimpi buruk menjadi pesta kemenangan 3-2 dalam laga playoff leg pertama 16 besar Liga Champions, Selasa malam.
Awal Sempurna yang Berujung Petaka
Tuan rumah sejatinya memulai laga dengan ledakan luar biasa. Folarin Balogun menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan PSG setelah mencetak gol kilat sebelum laga genap satu menit. Tidak berhenti di situ, Balogun kembali memaksa Gianluigi Donnarumma memungut bola dari gawangnya pada menit ke-18 usai memanfaatkan umpan matang Maghnes Akliouche. Monaco memimpin 2-0 dan tampak akan memenangkan laga dengan mudah.
Kepanikan sempat melanda kubu tamu saat Vitinha gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-22. Namun, kegagalan itu justru menjadi titik balik. Desire Doue memperkecil ketertinggalan pada menit ke-29 melalui tembakan keras yang tak terbendung. Menjelang turun minum, Achraf Hakimi menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah menyambar bola muntah di depan gawang.
“Kami menunjukkan karakter luar biasa setelah tertinggal dua gol. Tim ini tidak pernah berhenti percaya,” ujar pelatih PSG, Luis Enrique, dalam konferensi pers usai laga.
Kartu Merah Ubah Alur Permainan
Memasuki babak kedua, bencana menghampiri Monaco. Baru tiga menit berjalan, wasit langsung mengeluarkan kartu merah untuk Aleksandr Golovin akibat pelanggaran keras. Bermain dengan 10 orang membuat armada Monaco limbung dan terus ditekan habis-habisan oleh skuat asuhan Luis Enrique.
Memanfaatkan keunggulan jumlah pemain, PSG akhirnya mengunci kemenangan pada menit ke-67. Desire Doue kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus memastikan kemenangan tipis bagi klub ibu kota Prancis tersebut. Meski terus menekan hingga menit akhir, skor 3-2 tetap bertahan untuk keunggulan Les Parisiens.
Dengan hasil ini, PSG hanya membutuhkan hasil imbang pada leg kedua di Stadion Parc des Princes pekan depan untuk mengamankan tiket 16 besar. Sebaliknya, Monaco memikul beban berat karena wajib menang dengan selisih minimal dua gol di markas lawan.

