JAKARTA –
Atlet andalan Indonesia, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses mengamankan medali emas Asian Games 2026 di nomor panjat tebing speed putri usai menaklukkan drama penundaan teknis di laga final. Lewat kemenangan yang sangat mendebarkan dengan selisih waktu hanya 0,002 detik dari lawannya, ia sekaligus mencetak rekor Asian Games yang baru dan mengharumkan nama bangsa.
Perjuangan di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Jepang, pada hari Rabu ini benar-benar menguji kesabaran sang juara bertahan. Gimana enggak, laga final panjat tebing speed putri sempat tertunda beberapa kali karena kendala teknis yang bikin tensi makin tinggi.
Padahal, fisik dan mental Desak Made Rita Kusuma Dewi sudah seratus persen siap tempur untuk merebut medali emas di ajang Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Alih-alih merasa down atau emosi karena ritmenya terganggu, atlet kebanggaan Tanah Air ini justru menerapkan strategi unik yang ia sebut “manjat ikhlas” demi menjaga kewarasan di tengah ketatnya catatan waktu dari peserta lain.
Drama Penundaan dan Senjata “Manjat Ikhlas”
Bukan rahasia lagi kalau menunggu adalah hal yang paling menguras energi sebelum bertanding. Penundaan berulang karena masalah teknis di lapangan jelas mengancam konsentrasi atlet. Namun, Desak Made memilih untuk mengalihkan pikirannya ke hal-hal positif dan tidak mau terlalu terbebani dengan catatan waktu lawan yang gila-gilaan.
“Karena badan sudah siap, pikiran sudah siap. Terus tiba-tiba ditunda lima menit, terus lima menit lagi. Lebih ke ikhlas saja sih tadi. Dari sebelumnya juga lihat catatan waktu peserta lain bagus-bagus, kecil. Jadi dari biasanya ya manjat ikhlas saja,” ungkap Desak Made menceritakan momen menegangkan tersebut.
Sikap nothing to lose inilah yang sukses mengantarkannya melibas setiap babak perlombaan dengan mulus. Di babak perempat final, ia melesat menjadi yang tercepat di heat-nya dengan torehan 6,39 detik. Performanya makin panas di semifinal dengan catatan waktu 6,36 detik.
Selisih 0,002 Detik yang Berbuah Rekor Asian Games
Puncak ketegangan terjadi di partai final saat Desak harus berhadapan head-to-head dengan jagoan asal China, Li Juan Deng. Keduanya melesat nyaris berbarengan menyusuri dinding panjat.
Hasil akhirnya benar-benar bikin jantungan. Desak Made berhasil menekan tombol finis lebih dulu dengan waktu 6,062 detik, mengalahkan Li Juan Deng yang mencatatkan 6,064 detik. Kemenangan tipis 0,002 detik ini tidak hanya memastikan kepingan emas mendarat di tangan Indonesia, tapi juga secara resmi mengukir rekor baru di sepanjang sejarah Asian Games.
Sempat “Ngeblank” di Garis Finis
Lucunya, saking fokusnya mengaplikasikan jurus “manjat ikhlas”, Desak justru tidak sadar kalau dirinya baru saja menang dan memecahkan rekor. Ia mengaku sempat kebingungan saat pertama kali mendarat usai menyentuh tombol finis.
“Tadi pas akhirnya megang pertama, terus lihat yang nyala kan yang punya besar. Masih ngeblank, yang mana menang, yang mana ini. Soalnya manjatnya ya sudah, manjat ikhlas saja,” cerita Desak sambil mengenang momen bersejarah itu.
Begitu sadar bahwa namanya keluar sebagai juara pertama, tangis haru pun langsung pecah. “Nangis bingung, bersyukur banget,” tambahnya.
Kemenangan dramatis ini mengukuhkan dominasi Desak Made di kancah Asia. Ini merupakan keping medali emas keduanya secara berturut-turut di ajang Asian Games, setelah sebelumnya ia juga sukses keluar sebagai Ratu Speed Putri pada edisi Asian Games Hangzhou 2022 lalu.

