Nama Omar Artan sebenarnya sudah sangat disegani di Afrika. Ia merupakan wasit pertama asal Somalia yang sukses memimpin laga final Liga Champions CAF, hingga akhirnya dinobatkan sebagai Wasit Pria Terbaik CAF. Kariernya di tingkat internasional juga sangat solid sejak terdaftar sebagai wasit resmi FIFA pada 2018, termasuk mencetak rekor saat bertugas di Piala Afrika 2024.
Namun, jalan Artan menuju puncak kariernya penuh kerikil tajam. Saat sudah masuk dalam daftar resmi wasit Piala Dunia 2026 di AS, impiannya mendadak kandas di pintu imigrasi. Pejabat pemerintah AS beralasan adanya dugaan keterkaitan dengan “anggota organisasi yang dicurigai teroris”.
Aturan imigrasi ketat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang memberlakukan larangan melintas bagi warga dari 12 negara, termasuk Somalia menjadi kendala besar bagi Artan.
Mengenang masa-masa sulit itu, Artan mengakui bahwa insiden tersebut sempat memukul mentalnya dengan cukup berat.
“Itu betul-betul periode yang sangat berat. Banyak orang yang memberi dukungan moral karena mereka tahu betapa sakitnya ketika kita sudah berjuang bertahun-tahun demi sebuah mimpi, tapi gagal hanya karena situasi di luar kendali,” curhat Artan kepada pihak UEFA.
Pesan Inspiratif Bagi Generasi Muda
Meski sempat dijegal persoalan politik dan imigrasi, Artan membuktikan profesionalismenya. Kini ia berdiri di panggung tertinggi Eropa dan membagikan pesan penyemangat bagi para calon wasit muda di seluruh dunia:
“Saya percaya kalau saya bisa melewati ini dan sukses, siapa pun pasti bisa. Jangan pernah berhenti memperjuangkan mimpi kalian.”

