Jakarta – Bayangkan sebuah ponsel dengan layar seluas tablet mini yang tetap nyaman di genggaman, mampu menemani aktivitas dari matahari terbit hingga larut malam tanpa perlu mencari colokan listrik. Inilah janji yang dibawa oleh POCO melalui perangkat terbarunya, POCO C81 Pro.
Setelah sukses mencuri perhatian di pasar global, lini C-series terbaru ini kini menampakkan diri di meja birokrasi, memberikan sinyal kuat bahwa peluncurannya tinggal menghitung hari.
Restu Regulator dan Rebranding Strategis
Perangkat misterius ini baru saja mengantongi sertifikasi dari platform NBTC Thailand dengan nomor model 25128PC17G. Kehadiran data di laman regulasi tersebut memastikan bahwa POCO C81 Pro akan bertarung di segmen budget-friendly dengan konektivitas 4G LTE.
Menariknya, strategi pasar Xiaomi menunjukkan bahwa perangkat yang sama kemungkinan besar akan menyapa konsumen di wilayah lain dengan identitas berbeda, yakni Redmi A7 Pro.
Di Indonesia sendiri, jejak ponsel ini sudah terendus sejak Januari melalui sertifikasi SDPPI dan TKDN, meski saat itu hanya mencantumkan nama “POCO C81” tanpa embel-embel “Pro”.
Spesifikasi Mewah di Kelas Entri
Meski hadir sebagai ponsel murah, spesifikasi yang diusung tidak bisa dipandang sebelah mata. POCO C81 Pro kabarnya membawa panel LCD raksasa berukuran 6,9 inci dengan resolusi HD+. Satu hal yang mengejutkan adalah dukungan refresh rate 120Hz, sebuah fitur yang biasanya absen pada ponsel di bawah dua juta rupiah. Perpaduan ini menjanjikan pengalaman visual yang jauh lebih mulus saat menjelajahi media sosial maupun menonton video.
Di sektor dapur pacu, chipset Unisoc T7250 siap menjadi otak penggerak yang dipadukan dengan RAM 4GB LPDDR4x. Untuk mendukung mobilitas tinggi, baterai berkapasitas 6.000 mAh dengan pengisian daya 15W tertanam di dalamnya.
Sektor fotografi pun tetap diperhatikan melalui sensor utama 50MP yang diklaim mampu menghasilkan jepretan tajam di kelasnya. Dengan balutan HyperOS 3 berbasis Android 15 Go Edition, perangkat ini tampaknya memang dirancang untuk efisiensi dan ketahanan daya bagi pengguna aktif di era digital.

