Kementerian Pariwisata juga terus memperluas pasar internasional melalui kolaborasi promosi dengan berbagai pihak.
Pada Juli 2026, Widiyanti mendampingi Presiden Republik Indonesia dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi, termasuk saat mengunjungi Kompleks Candi Prambanan.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar India melalui kanal Wonderful Indonesia, media India dan internasional, kampanye digital, penayangan iklan, serta kolaborasi dengan pelaku industri.
Kementerian Pariwisata kemudian mendorong familiarization trip yang melibatkan agen perjalanan dan online travel agent dari India.
“Tingginya perhatian masyarakat India terhadap kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan minat mereka untuk datang ke Indonesia, mengenal Prambanan, serta menjelajahi lebih banyak destinasi di berbagai daerah,” kata Widiyanti.
Di dalam negeri, pemerintah juga menyiapkan strategi untuk mengurangi ketimpangan konsentrasi wisatawan di Bali. Dalam rapat koordinasi tingkat menteri mengenai pengembangan wilayah Bali, dibahas lima isu strategis, yakni infrastruktur dasar, kepadatan wisatawan, pengelolaan sampah, tata ruang pengembangan pariwisata, serta pengembangan wisata kapal pesiar.
Pemerintah selanjutnya akan menyusun masterplan dispersi wisatawan untuk mengurangi konsentrasi kunjungan di Bali Selatan sekaligus mempercepat pengembangan Bali Utara, Bali Timur, dan Bali Barat.
Belitung dan Ijen Didorong Pertahankan Status UNESCO
Penguatan destinasi juga menjadi perhatian pemerintah. Di Belitung, Kementerian Pariwisata mendorong kesiapan revalidasi Belitong UNESCO Global Geopark yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Dukungan dilakukan melalui pemasangan rambu di geosite prioritas, seminar internasional, serta penyediaan papan informasi dwibahasa.
Kementerian Pariwisata juga mendorong integrasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) melalui Koperasi Desa bersama Kementerian Koperasi. Langkah ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas usaha masyarakat, memperluas pemasaran produk lokal, dan memastikan manfaat ekonomi pariwisata lebih banyak diterima masyarakat desa.
Sementara itu, di Jawa Timur, Menpar meninjau kesiapan Geopark Ijen menghadapi revalidasi UNESCO Global Geopark dengan target mempertahankan predikat green card.
Menurut Widiyanti, status UNESCO harus diikuti dengan pengelolaan kawasan yang konsisten, pelestarian lingkungan, edukasi, kolaborasi antarpemangku kepentingan, serta keterlibatan masyarakat.

