Puncak agenda di UGM adalah sesi sharing knowledge di mana mahasiswa FSP Unhan dibagi ke dalam empat kelompok diskusi strategis untuk bertukar pikiran dengan mahasiswa mitra dari UGM. Dalam sesi tersebut, para mahasiswa mendiskusikan topik mengenai sejarah militer dalam perspektif multidimensional dan relevansinya bagi pertahanan Indonesia bersama Prodi Sejarah, serta berdialog mengenai strategi Indonesia menghadapi spill over perang asimetris antara Iran-AS-Israel bersama mahasiswa Hubungan Internasional.
Selain itu, terdapat diskusi mendalam mengenai ketahanan nasional di era ancaman asimetris yang menyoroti budaya maritim dan disinformasi sebagai medan kontestasi bersama mahasiswa Ketahanan Nasional, serta pembahasan strategi perang semesta dalam penguatan tata kelola nasional menghadapi ancaman hibrida dan non-militer bersama mahasiswa Administrasi Publik.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Universitas Islam Indonesia (UII). Kunjungan ini diawali dengan Courtesy Call antara pihak FSP Unhan dan UII. Diskusi strategis di UII difokuskan pada dua topik utama, yaitu kontribusi studi diplomasi pertahanan terhadap penguatan kesadaran pertahanan dan bela negara di Indonesia, serta pembahasan mengenai tata kelola laut (sea governance) dan kesadaran domain maritim (maritime domain awareness) sebagai pilar strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia.
Study Visit FSP Unhan RI TA 2026 ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke sejumlah destinasi strategis lainnya, termasuk kunjungan ke Akademi Militer (AKMIL) di Magelang, serta kunjungan edukatif ke Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat dan Monumen Jogya Kembali (Monjali). Kunjungan ke berbagai situs sejarah dan budaya ini diharapkan mampu memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai kejuangan bagi seluruh mahasiswa FSP Unhan RI.

