Pariwisata pun tetap menjadi sektor yang inklusif dengan melibatkan partispasi masyarakat luas, termasuk UMKM, perempuan, dan pemuda. Saat ini pariwisata mampu memperkuat mata pencaharian, menciptakan peluang ekonomi baru, serta mendorong komunitas dan masyarakat lokal untuk melestarikan alam dan budaya di lebih dari 6.200 desa wisata Indonesia.
Dengan potensi pariwisata yang besar, Indonesia menawarkan peluang luas untuk bisnis, kemitraan, dan investasi. Peluang tersebut ditemukan di berbagai segmen pariwisata, termasuk gastronomi, kebugaran (wellness), bahari, budaya, petualangan, dan MICE.
“Keragaman penawaran ini menciptakan potensi signifikan. Tidak hanya peluang investasi dalam infrastruktur dan layanan pariwisata, tetapi juga pengembangan produk dan paket perjalanan yang inovatif, bernilai tinggi, serta sesuai dengan tren global dan permintaan pasar yang terus berkembang,” ujar Menteri Pariwisata.
Pemerintah Indonesia berkomitmen menciptakan pariwisata berkualitas, yang tercermin dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) Indonesia 2025–2029 untuk mempercepat pengembangan destinasi dan memperkuat ekosistem pariwisata.
Salah satunya dilakukan dengan memfasilitasi intervensi strategis, seperti pembentukan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menarik investasi dan merangsang aktivitas bisnis.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menawarkan berbagai insentif, menjaga iklim investasi dan bisnis, serta mendorong sektor pariwisata untuk memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat lokal melalui desa wisata, partisipasi UMKM, dan pengembangan tenaga kerja lokal.
Menutup sambutannya, Menpar menekankan penguatan kemitraan dan kolaborasi sebagai kunci untuk membuka potensi pariwisata Asia dan sekitar, sekaligus menciptakan pariwisata berkelanjutan.
“Tidak ada satu pun baik pemerintah, bisnis, atau organisasi yang dapat membuka potensi penuh pariwisata secara mandiri. Keberhasilan ini bergantung pada kemitraan yang kuat antara sektor publik, swasta, masyarakat lokal, pelaku industri, investor, dan mitra internasional,” ucap Menteri Pariwisata.
Menteri Widiyanti juga berharap Travel Meet Asia mampu memegang peran penting sebagai salah satu platform kolobrasi bisnis pariwisata utama di kawasan Asia.

