Potensi krisis memiliki dampak yang signifikan terhadap pariwisata nasional. Untuk itu, Kementerian Pariwisata secara berkala melakukan monitoring terhadap potensi krisis yang dapat berdampak pada sektor pariwisata. Kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait terus dilakukan guna memastikan upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dilakukan secara terstruktur dan berkesinambungan.
Salah satu langkah yang dilakukan, Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk memperoleh klarifikasi saat Kedutaan Besar Republik Korea di Indonesia menerbitkan travel advisory untuk Bali. Guna menjaga Bali sebagai destinasi yang aman dan nyaman, Kementerian Pariwisata mendorong penguatan tata kelola keamanan dan kepatuhan, termasuk pengetatan verifikasi tamu serta pelaporan data WNA yang tertib dan terintegrasi.
“Pencapaian Triwulan I mencerminkan kuatnya industri pariwisata dan kepercayaan global terhadap destinasi pariwisata Indonesia, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia,” jelas Menteri Pariwisata.

