Jakarta – Lampu sorot Stadion Da Luz baru saja meredup saat Vinicius Junior memastikan kemenangan tipis bagi sang raja Eropa. Namun, di balik senyum kemenangan satu gol tanpa balas tersebut, terselip kegelisahan yang nyata di wajah Alvaro Arbeloa.
Meski kaki Real Madrid sudah melangkah separuh jalan menuju babak 16 besar, bayang-bayang taktik magis Jose Mourinho di kubu Benfica masih menjadi hantu yang menakutkan bagi publik Santiago Bernabeu.
Kemenangan 1-0 pada leg pertama playoff Liga Champions di Lisbon, menempatkan Los Blancos dalam posisi unggul. Gol tunggal Vinicius Junior menjadi pembeda, namun sang pelatih segera menarik rem darurat agar skuadnya tidak terjebak dalam euforia menyesatkan.
Waspada Sengatan ‘The Special One’
Arbeloa menegaskan bahwa keunggulan agregat tipis bukanlah jaminan keamanan, terutama saat menghadapi tim yang dipoles oleh sosok sekaliber Mourinho. Pelatih asal Spanyol tersebut menginstruksikan anak asuhnya untuk tetap membumi dan mengantisipasi ledakan balasan dari wakil Portugal tersebut di Madrid pekan depan.
“Jangan membuat kesalahan dengan meremehkan tim yang dilatih Mourinho dengan keunggulan 1-0. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk pertandingan selanjutnya, dan tim Benfica ini tidak akan membiarkan kami melenggang,” ujar Arbeloa melalui situs resmi klub.
Benteng Bernabeu dan Rekor Abadi
Real Madrid kini hanya membutuhkan hasil imbang untuk memperpanjang napas di kompetisi kasta tertinggi Eropa ini. Sebaliknya, Benfica memikul misi nyaris mustahil; mencetak minimal dua gol di markas keramat Madrid jika ingin membalikkan keadaan. Tekanan ini disadari sepenuhnya oleh Arbeloa yang mengharapkan dukungan penuh dari para Madridista.
“Publik Bernabeu akan menunggu Benfica, dan itu akan krusial. Kami punya 90 menit lainnya untuk memainkan sepak bola yang hebat di depan pendukung kami,” tambahnya.
Ambisi ini sejalan dengan tradisi panjang klub. Sejak musim 1995/96, raksasa Spanyol ini belum pernah sekalipun absen di babak 16 besar. Sebuah rekor impresif yang dipertaruhkan demi menjaga martabat penguasa benua.

