Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) bergerak cepat merespons laporan hilangnya pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport (IAT).
TNI AU mengerahkan Helikopter H225M Caracal untuk menyisir wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, setelah pesawat tersebut dilaporkan putus kontak pada Sabtu siang.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU, Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana, mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut mengudara dari Yogyakarta menuju Makassar. Pesawat yang mengangkut 11 orang, terdiri dari delapan awak dan tiga penumpang, kehilangan komunikasi saat melintasi zona Maros.
“Tim kami segera menindaklanjuti laporan kehilangan ini. Sesuai data, titik koordinat terakhir terpantau pada posisi 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur,” tegas Marsma TNI I Nyoman dalam keterangan resminya.
Pengerahan Pasukan Elite dan Armada Udara
Kapten Penerbang (Pnb) Rahman memimpin langsung Helikopter H225M Caracal dari Pangkalan TNI AU (Lanud) Sultan Hasanuddin menuju sektor pencarian.
Tidak hanya jalur udara, TNI AU juga menerjunkan kekuatan darat yang masif. Sebanyak 82 personel dari Yon Parako 473 Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) serta Divisi Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) kini telah berada di lapangan.
Selain personel tempur, TNI AU juga mengerahkan kendaraan Vehicle Control Post (VCP) untuk memperkuat koordinasi komunikasi di area pencarian yang sulit dijangkau.
Sinergi Tim Gabungan di Posko Bantimurung
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menjelaskan bahwa kontak terakhir dengan pesawat terjadi pada pukul 13.17 WITA. Setelah menerima laporan dari AirNav Indonesia, Kantor SAR Makassar langsung berkoordinasi dengan TNI dan Polri.
Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari Polres Maros, Kodim 1422/Maros, dan Basarnas telah berkumpul di Posko Lapangan daerah Bantimurung.
Seluruh unsur melakukan koordinasi intensif guna mempercepat proses pencarian dan penyelamatan ke-11 korban yang berada di dalam pesawat tersebut.

